CATATAN


Sejarah Kerajaan Aditiawarman Kerajaan Darmasraya


Medan,(Lipanrionline)” Kronologi Sejarah Kerajaan Darmasraya Maharaja Aditiyawarman Di Pulau Sumatera Ekspansi Ke Pulau Jawa Hingga Mendirikan Kerajaan Singhasari Melanjutkan   Dari Leluhurnya  Kartanegara ( Prabu Siliwangi)  Disebutjuga Raja Sumba Generasi Ke Dua Dari Singsingamangaraja Di Jawa Barat.”,Ungkap Limbersinaga.

Ridwan SelianSejarah Batak

Ridwan SelianSejarah Batak

  ·

Sejarah Suku Melayu Kuno …….. Angkola Minangkabau (Melayu jawa)……………………………………………………………………

· Tahun 1346 Hindu Moeldjawa = di Minangkabau

· (kira-kira tahun 1030) Suku Moel (melayu) Djawa. = melayu di Angkola (Qakola) = Moel (melayu) adalah awal, asal, akar

· piagam dari Pangeran Malajoe Adityawarman,

· djau = djawa = Orang Batak

· halak jaoe= melayu = Marga Bancin = di singkil

…………………………………………………………………..

Tahun 1346 Hindu Moeldjawa = di Minangkabau

(tahun 1346) Sultan (atchin) melakukan perang melawan orang-orang tetangga nya . Juga melawan Kerajaan Hindu Moeldjawa ( = Minangkabau?) dengan pelabuhan dan kota istana Qakola ( = Ankola = Siboga?).

……………………………………………………………………………………………..

Suku Moel (melayu) Djawa. = melayu di Angkola (Qakola)

pantai barat, dengan ibu kota Kakola (Angkola), Suku Moel (melayu) Djawa. (peneliti) Van Der Lith telah menunjukkan bahwa yang terakhir harus dicari ke Tapanuli, ditemukan daerah lembah Angkola telah mempertahankan nama ibu kota lama’). Arti kata Moel (melayu) tidak pasti; Penjelasan (seorang peneliti) Priederich dari bahasa Sansekerta dan Jawa moela (berarti : awal, asal, akar) adalah yang paling memuaskan Moel (melayu)-jawa kemudian bisa berarti Jawa Kuno; Mengapa wilayah ini harus menyandang nama itu, bagaimanapun, tidak mungkin untuk dikatakan

………………………………………………………………………………………………

piagam dari Pangeran MalajoeAdityawarman (1340-1375)

menurut prasasti yang ditemukan, disamakan dengan aroma sepuluh ribu bunga! Ada juga piagam dari Pangeran Malajoe Adityawarman, yang menyatakan bahwa ia menerima penahbisan tertinggi dengan cara ini

……………………………………………………………..

djau = djawa = melayu = Orang Batak

Dalam bahasa Siam, bahasa Melayu disebut “tjawa”, orang Melayu di Pantai Barat mengatakan bahwa “jawa” berasal dari bahasa Arab. Orang Batak “djau” = djawa.

………………………………………………………………………………..

Halak jaoe = melayu = Marga Bancin = di singkil

Bahkan kemudian, pembentukan marga baru pernah terjadi melalui pernikahan seorang wanita Batak dengan seorang non-Batak halak jaoe (suku melayu). Marga Bantjin memiliki yaitu. sebagai nenek moyang dari anak yang lahir dari perkawinan Përmasoeari tersebut di atas dengan orang asing di Boven Singkel.(lipanri)

MEDAN,( kbn lipanri )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau kondisi pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19, Martha Friska Medan, Selasa (5/5). Kedatangannya disambut hangat para dokter dan perawat serta tenaga kesehatan lain.

FOTO

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengunjungi Rumah Sakit Marta Friska Medan Komplek CBD Mulatuli Medan, Selasa (5/5/2020). Pada kesempatan tersebut Gubernur Sumut menyapa para pasien yang terpapar  Covid-19 dengan lewat sambungan telepon dari ruang monitoring

“Saya ke sini mau lihat semuanya. Saya tanya ke pasien tadi di dalam, kondisinya baik. Berarti kalian (tenaga kesehatan) melaksanakan tugas dengan baik. Saya sempat berfikir negatif, tetapi setelah saya lihat semua oke,” ujar Gubernur usai meninjau pasien dari ruang kendali RS.

Meskipun tidak dibenarkan bertemu langsung, Gubernur menceritakan bagaimana ia bisa menjalin komunikasi hingga dirasakan sedekat mungkin dengan warga yang dirawat di RS tersebut. Karena itu, dirinya melakukan sambungan telepon sambil melihat keadaan di dalam ruangan pasien melalui CCTV.

“Jadi mereka ini kan rata-rata sudah di atas 14 hari. Secara laporan ke saya, mereka sehat dan sudah stabil, tetapi menunggu kepastian hasil Swab yang sudah dilakukan atau yang dikirim ke Jakarta. Setelah saya lihat, mereka sehat, bahkan saya suruh push up,” sebut Edy, usai berbicara kepada 8 orang pasien di dalam RS.

Edy juga menyinggung soal adanya kabar miring tentang petugas kesehatan yang ditelantarkan atau tidak diurus Pemprov Sumut atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya isu itu sangat kurang baik, mengingat selain upaya terus dilakukan semua pihak guna menuntaskan wabah ini, tenaga kesehatan juga tetap bersemangat merawat pasien.

“Kalau ada yang bilang tidak digaji, itu tidak benar. Soal uangnya, memang sedang diproses,” sebut Gubernur, sekaligus menyampaikan berapa insentif yang akan diberikan pemerintah kepada petugas di RS rujukan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan serta tenaga kesehatan lainnya.

Sedangkan ditanya tentang bagaimana kekhawatiran dirinya saat akan masuk ke dalam gedung RS Martha Friska, Edy mengakui hal itu. Namun baginya, semua yang bertugas adalah anak-anaknya, rakyat Sumut yang sama sekali tak terlihat rasa takut bagi mereka untuk mengabdi sebagai benteng terakhir melawan Covid-19.

“Takut itu pasti, tetapi anak-anak saya ini, petugas ini, mereka saja tak khawatir, mereka semangat mengabdi. Saya Gubernurnya masa nggak berani? Banyak orang yang protes memang, selain kondisi usia saya dan sedang puasa. Tetapi saya harus buktikan ini semua, selama protokol kesehatan saya ikuti perintah mereka (petugas kesehatan),” jelasnya.

Usai meninjau pasien ke dalam RS dan bertemu langsung dengan petugas kesehatan di halaman gedung, Edy juga menyempatan diri menemui para petugas keamanan yang berjaga di halaman parkir dan pintu gerbang RS. Ia pun memberikan motivasi kepada personel Satpol PP dan TNI/Polri agar tetap semangat mengawal penanganan Covid-19 hingga tuntas. ( limber sinaga )

10 Kondisi Medis Aneh dan Langka yang Pernah Dialami Manusia


Aneh dan Langka yang Pernah Dialami Manusia

https://www.metube.id/live/RCTI

10 Kondisi Medis Aneh dan Langka yang Pernah Dialami Manusia


Jakarta,( kbn lipanri )

Masih banyak fenomena di dunia yang terbilang aneh dan misterius. Bidang kesehatan tidak luput dari kondisi medis aneh yang terbilang langka dan tidak biasa.

Beberapa kondisi aneh pada tubuh seperti gerakan tangan yang tidak terkendali atau suara-suara dalam kepala bisa terjadi dan dijelaskan secara ilmiah. Walaupun begitu, terkadang dokter sulit mendiagnosis hal semacam itu.

Mengutip dari Everydayhealth.com pada Senin (7/1/2019), berikut ini lima dari sepuluh kondisi medis aneh yang ada di dunia.

1. Sindrom Yerusalem

Jerusalem Syndrome atau sindrom Yerusalem sering dialami ketika seseorang mengunjungi wilayah tersebut. Kegiatan itu memicu gagasan obsesif tentang agama hingga delusi mesianisme. Beberapa gejalanya termasuk menggunakan jubah putih dan berkhotbah.

“Penderita tanpa kondisi kejiwaan yang sudah ada sebelumnya, biasanya kembali normal dalam lima sampai tujuh hari, mereka akan malu tentang perilakunya dan pulih sepenuhnya,” kata asisten profesor psikiatri dan perilaku manusia di Brown University, Amerika Serikat Christine Montross.





 Zombie Walk di Prancis
Seorang wanita memakai kostum dan dandanan menyerupai zombie saat acara Zombie Walk di kota Strasbourg, Prancis, 15 September 2018. Acara ini dalam rangka Festival Film Fantasi Eropa ke-11 yang berlangsung dari 14 – 23 September. (FREDERICK FLORIN/AFP)
Kondisi ini juga dikenal dengan Cotard’s Syndrome. Seseorang yang terkena sindrom ini mengalami gangguan neuropsikiatri di mana mereka percaya bahwa dirinya telah mati atau kehilangan jiwa, organ, darah, atau bagian tubuh tertentu.


Menurut Montross, Cotard telah diakui sebagai komponen penyakit kejiwaan. Namun, terkadang ada beberapa kasus yang mengaitkannya dengan perubahan neurologis.

“Karena kondisinya sangat jarang, sulit untuk menentukan dengan tepat mekanisme yang menyebabkannya.” Untunglah, beberapa pasien mengalami pemulihan secara spontan, bahkan dalam kasus yang parah.

 Ilustrasi Otak
Ilustrasi Otak (iStockPhoto)
Kondisi ini menyebabkan seseorang bisa melakukan aksen yang tidak pernah dia miliki. Gangguan tersebut disebabkan oleh kerusakan pada bagian otak yang terkait dengan pengucapan.

“Stroke adalah penyebab paling umum, tapi trauma, tumor, dan kondisi neurologis lainnya seperti multiple sclerosis bisa menyebabkan pasien mulai bicara dengan aksen yang berbeda,” kata Montross.

Menurut Kepala Cabang Neurologi Meids di Nationatl Institute of Neurological Disorders and Stroke di Bethesda, AS Mark Hallet, aksen yang dialami biasanya tidak terlalu baik dan masih bisa dikenali oleh penutur asli. Namun, gejalanya bisa berlangsung lama atau bahkan permanen.

Terjun Bebas di Sungai Tiber
Simone Carabella dari Italia melakukan terjun bebas ke sungai Tiber dari Jembatan Cavour di Roma, Selasa (1/1). Tradisi melompat dari jembatan setinggi 18 meter dan menyelam ke sungai tersebut sebagai bentuk perayaan tahun baru. (AP/Riccardo De Luca)
Masalah ini dinamai dari sekelompok orang Perancis yang bekerja di Maine pada 1870-an. Kondisi tersebut juga dikenal sebagai hyperekplexia. Orang yang mengalaminya akan melakukan reaksi ekstrem terhadap rangsangan, hingga melakukan lompatan yang tidak terkendali dan jatuh karena kejutan.


Hallet mengatakan, sindrom itu dapat diobati dengan benzodiazepin. Obat ini digunakan untuk mengatasi kecemasan dan kejang, dengan memperlambat sistem saraf.




Jari tangan pria (iStock)
Ilustrasi jari tangan pria. (iStockphoto)
Alien Hand Syndrome atau juga dikenal dengan Dr. Strangelove Syndrome terjadi ketika tangan atau anggota badan lain menjadi tidak terkendali.

Menurut neuropsikolog Elizabeth Geary masalah ini biasanya akibat tumor, stroke, atau pembedahan yang mempengaruhi corpus callosum yang menghubungkan dua belah otak.

Kronologi Peristiwa Sejarah Kerajaan Dan Kesultanan Di Sumatra Utara


Deliserdang,Galasibot.Co.id

Tengku Sri Maharaja Serdang Ungkap Sejarah KNIA dan Sport Center Sekitarnya Lahannya Milik Kesultanan Serdang Yang Dirampok

Senin, 17 Juli 2023 | 20:28 WIB

Peta lahan milik Kesultanan Serdang.

( Kbnlipanri )/Deliserdang, MPOL:  Polemik tentang kepimilikan tanah di lokasi Sport Center sekitarnya di Desa Sena Kabupaten Deli Serdang sampai saat ini terus saja berlanjut.

Pemberitaan melalui beberapa media terdengar kabar ada beberapa pihak yang mengklime kepemilikan tersebut bahkan Pemerintah Indonesia yang katanya membayarkan sejumlah uang sebagai ganti rugi kepada PTPN II pun menjadi masalah dikarenakan diatas lahan tersebut tidak ada Hak Guna Usahanya (HGU).

Menanggapi hal ini Tengku Sri Maharaja Serdang Hermansyah kepada Wartawan mengatakan bahwa semuanya itu pasti ada sejarahnya.

“Semua peristiwa yang terjadi saat ini pasti ada sejarahnya yang telah terukir, persoalannya ada beberapa pihak yang tidak menginginkan sejarah itu diungkap ke publik apalagi menyangkut kekuasaan dan kekayaan,” buka Tengku Sri Maharaja Hermansyah, Senin (17/7).

“Jangankan lahan Sport Center, lahan yang dikuasai Angkasapura Kuala Namu Indonesia Airport (KNIA) dulunya milik Kesultanan Serdang dibawah wilayah Kerajaan Ramunia,” ungkapnya.

“Tetapi bukti sejarah berbentuk Makam didalam lokasi pagar Bandara yang terkenal dengan nama Makam Keramat Udang yang merupakan Makam Tuanku Tunggal (Tengku Sri Maharaja Ke-I), jika bisa dibongkar pasti akan dibongkar agar tidak terungkap sejarahnya,” sambung Tengku Sri Maharaja Serdang Ke-VII ini.

“Dulunya sebelum masuk bagian wilayah Republik Indonesia, diatas Lahan Bandara KNIA dan Sport Center sekitanya merupakan lahan milik Kesultanan Serdang yang berbentuk perkebunan yang dikelola (disewa/Consesi) oleh Perusahaan milik Pemerintahan Kesultanan Deli yang bernama NV Senembah Mascapai,” Terang Sri Maharahaja

“Ada namanya perkebunan Ramunia, Perkebunan Panara, Perkebunan Sena, Tumpatan Nibung dan lain-lain, sedangkan untuk para pekerja perkebunannya, pihak Kesultanan Deli bekerjasama dengan Pihak Pengusaha Belanda memakai tenaga kerja berasal dari pulau jawa,”

“Walaupun begitu, dalam pelaksanaannya tidak pernah terjadi perbudakan seperti yang terjadi di pulau jawa dan lahan tetap milik Kesultanan Serdang” imbuh Raja Ramunia Kesultanan Serdang.

“17 Agustus 1945 (puncak perang dunia kedua), Ir. Sukarno memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari Pemerintahan Hindia Belanda, Saat itu Kesultanan Serdang yang wilayahnya masuk dalam wilayah Sumatera Timur tidak mempermasalahkan peristiwa proklamasi tersebut dikarenakan Pemerintahan Hindia Belanda tidak pernah berdiri di Sumatera Timur. Walau mendukung Sukarno tetapi sultanan Serdang (T. Sulaiman Sariful Alamsah) tidak pernah menyatakan dirinya bergabung dengan perjuangan Sukarno dalam membentuk pemerintahan Republik Indonesia yang baru,” Terang Sri Maharaja yang juga Ketua lembaga 4 orang besar Kesultanan Serdang ini.

“Sewaktu terjadi perang dunia kedua sekitar tahun 1940 an, banyak pengusaha Belanda dan juga Eropa lainnya meninggalkan Sumatera Timur termasuk di Kesultanan Serdang, sehingga banyak para pekerja perkebunan tidak mendapatkan upah bahkan lebih mirip dikatakan bagaikan anak ayam kehilangan induknya,” kesannya.

“Orang-orang di wilayah Pemerintahan Hindia Belanda yang berbatasan dengan Sumatera Timur yaitu seperti di daerah Tapanuli, Karo dan juga Aceh mulai melakukan pergerakan menjalin komunikasi khususnya kepada para pekerja yang berada di perkebunan di wilayah Sumatera Timur khususnya di Kesultanan Serdang.

“Lalu pada 3 Maret 1946, terjadilah peristiwa yang sangat mengerikan diwilayah Sumatera Timur yang dikenal dengan Revolusi Sosial berbentuk pembantain para bangsawan Kerajaan Melayu, Simalungun dan Juga Karo yang masuk dalam wilayah Kesultanan Serdang, Kesultanan Deli, Kesultanan Langkat, Kesultanan Serdang dan Kesultanan Asahan sampai ke Labuhan Batu,”.

“Di Kesultanan Serdang, Istana Darul Arif yang berada di Kota Galuh Perbaungan dibakar, para bangsawan kerajaan serta pengikut setianya banyak yang dibunuh, hartanya banyak dirampok begitu juga dengan lahan-.

“Dalang dari semua ini, akhirnya diketahui merupakan organisasi yang memakai kata Indonesia yaitu Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo). BTI banyak didominasi para pekerja perkebunan bersuku jawa, sedangkan Pesindo banyak di dominasi Suku Tapanuli bahkan konon katanya markas Pesindo sendiri berada di Bakara Tapanuli,.

“Akibat peristiwa tersebut banyak para bangsawan Kerajaan pergi mengungsi ke berbagai tempat bahkan ada sampai menyamar dan mengaku sebagai rakyat biasa, sedangkan lahan-lahannya banyak yang dibiarin terbengkalai. Dan terjadilah masyarakat Kesultanan Serdang masa itu juga, bagaikan anak ayam kehilangan Induknya, seperti pembalasan dendam” kesannya lagi.

“Diakhir tahun 1947 wilayah Sumatera Timur terbentuk Negara baru dan bergabung ke Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan nama Negara Sumatera timur (NST). Dan di tahun 1951, tak tau apa sebabnya Negara Sumatera Timur malah bubar dan wilayahnya masuk dalam wilayah Republik Indonesia,”.

“Dimasa masuk dalam wilayah Pemerintahan Republik Indonesia, lahan-lahan milik Kesultanan Serdang beserta pemukiman masyarakatnya banyak yang dirampok lagi, malah memakai nama organisasi Politik yang banyak tumbuh dimasa itu terkhusus di Partai Komunis Indonesia (PKI). Dan diketahui bahwa orang-orang yang dulunya bergabung di organisasi BTI dan juga Pesindo banyak yang bergabung ke Partai Komunis ini,”.

“Banyak pemukiman dan juga lahan pertanian dirampok oleh kelompok PKI ini dengan mengusir masyarakatnya. Dan berganti oleh masyarakat yang bergabung dengan organisasi PKI dan masyarakat pekerja dari perkebunan ditambah masuk juga masyarakat dari daerah Tapanuli yang datang langsung ke wilayah Kesultanan Serdang, sehingga banyak perkampungan sudah berganti etnis menjadi didominasi suku jawa dan Tapanuli,”.

“Kesimpulannya, masyarakat yang bermukim dilahan sengketa tersebut hanya sebatas kakenya saja yang bercocok tanam dan bukan pembuka hutan menjadi perkampungan dan persawahan, sebab lahan tersebut merupakan hasil rampokan dengan mengusir penduduk lama,”.

Selain itu ada juga nama perkampungannya yang dirubah namanya seperti Kampung Durian berubah menjadi Kampung Hutabagasan bahkan ada yang dikenal dengan nama kampung limbong didaerah Desa Durian Kecamatan Pantai labu Kab. Deli Serdang,”.

“Sewaktu Tengku Affan Sinar bin Sultan Sulaiman Sariful Alamsah bekerja dengan pemerintah RI sebagai Komandan Botofrah (Koramil), sempat bertugas memburu antek-antek organisasi PKI termasuk di wilayah Kesultanan Serdang dan ada lahan raja-raja serta Datok berhasil di rebut kembali pada masa itu. Tetapi paska meninggalnya Tengku Affan Sinar, tak tau apa sebabnya malah lahan tersebut akhirnya dikelola oleh PT Gelora Rata tanpa ada ganti rugi ke pihak Kesultanan Serdang dan saat ini di kuasai oleh Puskopad Kodam II BB” .

“Disisi lain Pemerintah Indonesia dalam mengambil lahan Kesultanan Serdang dengan mengatasnamakan PT. Perkebunan Nusantara dan juga mengatasnamakan kepala pemerintahan seperti Kades, Camat, Bupati sampai Gubernurpun mengeluarkan surat seolah lahan itu lahan tak bertuan dan layak untuk dikuasai dan dimiliki,”.

“Sedangkan program pemerintah di tahun 1960 an yang mensertifikatkan surat tanah dari surat grand Kerajaan maupun konsesi mempunyai kesan yang mengerikan bagi pihak Kerajaan. Dimana ada peristiwa disaat surat tanah Kerajaan tersebut diantar ke instansi Pemerintah, malah yang pengantar surat tak pernah kembali sama sekali dan ada peristiwa lainnya disaat surat Kerajaan tersebut ditunjukkan kepada seorang yang berkuasa malah dirobek didepan matanya sendiri sehingga sampai saat ini surat tanah versi Kesultanan serdang masih ada yang dipegang,”.

“Dan saat ini lahan-lahan Kesultanan Serdang yang dirampok tersebut sudah menjadi rebutan lagi oleh bangsa Indonesia ini baik pemerintah dan juga masyarakatnya sejak dibangunnya Bandara KNIA dan juga Sport Center. Lahan yang dirampok tersebut kan dilegalitaskan tanpa memandang bahwa dulunya adanya pemerintahan Kesultanan pernah berdiri yang pernah memiliki lahan tersebut,”.

“Walau sebenarnya Kesultanan Serdang memiliki data wilayah tersebut, tetapi para pihak yang ingin menguasai lahan tersebut tetap bertahan mengatakan bahwa tidak ada lahan Tengku dan Datok karena saat ini zaman Pemerintahan Republik Indonesia dan bukan zaman Pemerintahan Kerajaan,” tutupnya.

Diketahui bahwa lahan KNIA dan Sport Center sekitarnya masuk dalam wilayah Lembaga 4 orang Besar dan informasi yang didapat dari Tengku Sri Maharaja bahwa selain membahas tentang Pemerintahan Adat Kesultanan Serdang, Lembaga 4 orang besar juga akan membahas lahan-lahan yang telah dirampok orang-orang, perusahaan maupun Pemerintah” tutupnya. **

Mantan Kepala SMAN 19 Medan Ditahan Kejari Belawan


Tempurnews.com Rabu, 10 September 2025 09.25 Medan, Tempurnews Mantan Kepala SMAN 19 Medan berinisial RN ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2022-2023. Kepala Seksi Intelijen Kejari Belawan, Daniel Setiawan Barus, mengatakan RN ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Kelas IIA Tanjung…

Bupati Simalungun Tekankan Tanggung Jawab dan Integritas dalam Pengamanan Proyek Strategis 2025


Redaksi tempurnews.com  22 Agustus 2025 Simalungun | tempurnews ( 23/8 ) Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menegaskan pentingnya tanggung jawab dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam proyek strategis daerah.  Penegasan ini disampaikan saat menghadiri Entry Meeting dan penandatanganan Fakta Integritas terkait pengamanan pembangunan proyek strategis daerah Kabupaten Simalungun tahun 2025. Acara…

Deliserdang,Galasibot.Co.id Tengku Sri Maharaja Serdang Ungkap Sejarah KNIA dan Sport Center Sekitarnya Lahannya Milik Kesultanan Serdang Yang Dirampok Senin, 17 Juli 2023 | 20:28 WIB Peta lahan milik Kesultanan Serdang. ( Kbnlipanri )/Deliserdang, MPOL:  Polemik tentang kepimilikan tanah di lokasi Sport Center sekitarnya di Desa Sena Kabupaten Deli Serdang sampai saat ini terus saja berlanjut.…

Medan ,( kbnlipanri ) “Sejarah Keberadaan Dinasti Singa Maharaja Di Pulau Sumatra Setelah Sanghiyangnaga Keturunan Generasi Ketiga Guruteteabulan Yang Dikenal Mahapati Gajah Mada Di Kerajaan Negarakartagama Di Pulau Jawa Ekspansi Ke Pulau Sumatra Dan Melanjutkan Kerajaan Sriwijaya dari Pendaulhnya Raden Wijaya Hingga Keturunanya Meneruskan Perjuanganya Untuk Mempersatukan Seluruh Kerajaan Pendahulunya Yang Diberinama Nusantara Pertama Jaman Maharaja Swarnabumi Dinasti Singa Maharaja Pertama Disebutjuga Raja Manguttal Di Tanah Batak  Dan Makamnya Ada Di Bakkara Kepada Pendauluhnya Mahadewa Guru Tetea Bulan Anak Singsingamangaraja Yang Disebut Rajabatak Yang Artefaknya Berada Di Pusukbuhit Sumatra Utara”,Ungkap Limber sinaga Salasatu Keturunan Singa Maharaja Disebutjuga Op.Palti Raja Sinaga Di Tanah Batak Generasi ke 6 dari Op.Palti.

Inilah 7 Upacara Adat Kalimantan Timur, Budaya Leluhur Kerajaan Kutaikartanegara

Adat upacara Budaya Leluhur Kerajaan Kutaikartanegara yang digelar selama 40 hari 40 malam

Kalimantan timur ( kbn lipanri )

Di tengah maraknya rencana tentang dipindahnya ibu kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu. Salah satunya hal menarik tentang tradisi unik di Kalimantan Timur.

Upacara adat tradisional Provinsi Kalimantan Timur adalah salah satu tradisi yang perlu kamu ketahui. Tradisi yang menjadi bagian kekayaan bangsa Indonesia di samping ribuan tradisi di negara pluraris ini.

Agar kamu lebih paham, berikut 7 upacara adat di Provinsi Kalimantan Timur yang tetap dilestarikan masyarakatnya. Simak agar kamu makin kaya tentang tradisi asli Indonesia.

1. Ngehawa’k

Upacara adat ini menjadi tradisi yang sering dilaksanakan masyarakat Dayak dalam acara pernikahan. Dalam acara ini, banyak diperlihatkan benda-benda adat. Banyak sedikitnya benda yang ditampilkan tergantung dari keturunan kedua mempelai. Jika mempelai wanita keturunan bangsawan, maka pihak mempelai pria wajib menyediakan sesuai permintaan pihak mempelai wanita.

Menurut dictio.id (23/3/2018), dalam Ngehawa’k terkandung pula hukuman adat. Ini sebagai konsekuensi bila di kemudian hari terjadi perceraian. Konsekuensi hukuman adat ini bisa berupa denda benda adat dan hukum adat sesuai dengan kesalahan dari kedua belah pihak.

Denda atau hukuman adat ini tidaklah ringan, sebab ini sama halnya melanggar adat istiadat dari adat Dayak itu sendiri. Sehingga diharapkan masyarakat Dayak tidak melanggar adat istiadatnya sendiri.

2. Dahau

Foto: dictio.id

Foto: dictio.id

Dahau merupakan upacara adat pemberian nama anak di Kalimantan Timur. Namun upacara ini biasanya digelar oleh keluargaa keturunan bangsawan atau keluarga mampu dan terpandang di wilayah tempat tinggal.

Di laman mantabz.com (30/6/2019), dijelaskan pelaksanaan upacara Dahau biasanya digelar secara besar-besaran dan meriah. Keluarga penyelenggara mengundang warga suku Dayak dari berbagai wilayah. Uniknya, upacara Dahau ini berlangsung selama satu bulan penuh. Maka pantas bila hanya keturunan bangsawan dan keluarga mampu saja yang menggelar upacara ini.

Dalam upacara Dahau, banyak dilakukan kegiatan ritual adat yang dibuat selama upacara ini berlangsung. Meski demikian, upacara ini tetap merupakan upacara adat yang sering dilakukan masyarakat suku Dayak Kalimantan Timur.

3. Ngugu Tahun

Foto: jalan-jalan-kalimantan.blogspot.com

Foto: jalan-jalan-kalimantan.blogspot.com

Hingga saat ini, suku Dayak Bahau di Kalimantan Timur tetap melestarikan upacara adat Ngugu Tahun. Dilansir prokal.co (3/12/2012), upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas pemberian kehidupan dan penghidupan. Selain suku Dayak Bahau, upacara ini juga dilakukan oleh suku Dayak Tunjung, Dayak Banuaq, dan Dayak Bentian.

Dalam upacara tradisi ini, banyak orang datang untuk melihat dan memeriahkan acara. Puncak upacara adat ini adalah pemotongan kerbau. Tradisi sejenis dapat ditemui juga dalam suku bangsa Melayu Kutai di daerah Kutai Kartanegara dengan nama Erau Pelas Tahun.

 4. Beliatn

Foto: antaranews.com

Foto: antaranews.com

Beliatn yaitu upacara adat berupa ritual penyembuhan yang biasa dilakukan oleh suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur. Upacara Beliatn yang paling populer dan sering diselenggarakan adalah Beliatn Bawo dan Beliatn Sentiyu.

Beliatn Bawo merupakan upacara penyembuhan yang dipimpin seorang tabib perempuan. Upacara ini biasanya dilaksanakan untuk pengobatan ringan seperti demam pada anak-anak. Sementara itu, Beliatn Sentiyu merupakan upacara Beliatn terbesar yang dipimpin oleh seorang tabib atau lebih. Upacara ini biasanya berlangsung hingga 4 hari 4 malam.

Dilansir dari senibudayaku.com (11/12/2017), sebelum dilakukan upacara Beliatn didahului dengan penyembelihan beberapa ekor babi untuk diambil darahnya. Kemudian disiapkan patung-patung kecil yang melambangkan hantu pengganggu, ornamen janur, dan ramuan dari dadaunan.

5. Nebe’e Rau

Foto: nobertamebang.blogspot.com

Foto: nobertamebang.blogspot.com

Upacara adat Nebe’e Rau merupakan upacara tahunan tanam padi di Kalimantan Timur. Upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas ladang mereka yang bisa ditanami padi, dan berharap hasilnya berlimpah.

Menurut silontong.com (14/1/2019), upacara adat ini berlangsung selama satu bulan dengan menampilkan berbagai acara. Diawali dari memberi makanan kepada To’q atau sang raja kampung, untuk menjaga kampung tetap aman dan jauh dari kejahatan.

Dalam upacara adat Nebe’e terdapat beberapa tarian, seperti Lali Uga’l, yaitu sebuah tarian sakral. Kemudian ada tarian Hudo’q Apa’h dan tarian Henda’q Uling. Tarian tradisional ini hanya boleh ditampilkan didalam Lali Uga’l ini saja.

Hal ini disebabkan bahwa tarian ini merupakan cerita di masa lalu dijadikan sebagai pengusir hama, dari bentuk dan besarnya akan sangat membantu masyarakat Dayak dalam menjaga ladang dan hasil tanaman mereka.

Di Kalimantan Timur, upacara adat tanam padi juga dilakukaan di suku Dayak lainnya, dengan nama tersendiri. Seperti upacara Bob Jengau, yaitu upacara adat tanam padi suku Dayak Modang. Kemudian Hudoq dilakukan suku Dayak Kenyah, dan Dongei bagi suku Dayak Bahau.

6. Erau

Foto: jelajahsamboja.com

Foto: jelajahsamboja.com

Upacara adat Erau biasanya dilakukan sekali setahun. Upacara adat ini sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas melimpahnya hasil panen. Termasuk kedalam upacara adat tradisional Kalimantan Timur, tradisi Erau ini juga biasanya dilakukan sekali dalam setahun. Tujuan dari dilaksanakannya upacara ini sebagai bentuk dari rasa syukur mereka dengan hasil panenan yang berlimpah.

Istilah “erau” berasal dari kata “eroh” yang dalam bahasa Melayu Kutai Tenggarong bermakna keramaian pesta ria, secara umum dapat dimaknai sebagai pesta rakyat. Dahulu, Erau merupakan hajatan besar bagi Kesultanan Kutai dan masyarakat di seluruh wilayah kekuasaannya yang kini mencakup sebagian besar wilayah Kalimantan Timur.

Pada awalnya, dijelaskan di laman indonesiakaya.com (30/8/2019), perhelatan ini berlangsung selama 40 hari 40 malam dan diikuti oleh segenap lapisan masyarakat. Di mana dalam perhelatan tersebut, rakyat dari berbagai penjuru negeri berpesta ria dengan mempersembahkan sebagian dari hasil buminya untuk dibawa ke Ibukota Kesultanan.

Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi dari Erau sebagai wujud rasa syukur atas limpahan hasil bumi yang diperoleh rakyat Kutai. Keluarga besar Kesultanan pun menjamu rakyatnya dengan beraneka sajian sebagai bentuk rasa terima kasih atas pengabdian mereka kepada Kesultanan.

Menurut riwayat yang diyakini masyarakat Kutai secara turun temurun, Erau bermula sejak abad ke-12 Masehi. Catatan sejarah menyebutkan Erau pertama kali berlangsung saat Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia belia. Ia dikemudian hari diangkat menjadi sultan pertama Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

7. Ngerangka’u

Upacara adat Ngerangka’u yang berarti ‘kematian’ bagi masyarakat Dayak Tunjung merupakan upacara yang disakralkan. Mereka meyakini upacara ini bentuk dari kekeluargaan mereka untuk memberikan kenyamanan kepada arwah si mati yang telah berada di sisi Sang Pencipta.

Dilansir dari laman mantabz.com (30/6/2019), dikatakan upacara Ngerangka’u ini dilakukan pada hari ke-40 setelah kematian. Upacara digelar di rumah duka dan dihadiri sanak keluarga. Dalam upacara ini juga ditampilkan tarian adat dengan pakaian adat lengkap. (limber sinaga )

MEDAN,( kbn lipanri ) – Kondisi pandemi Covid-19 saat ini berdampak pada perekonomian masyarakat dari segala sektor. Karena itu pemerintah terus berupaya merangsang agar pertumbuhan ekonomi bisa bangkit kembali setelah terpuruk sejak beberapa bulan terakhir, antara lain melalui pendanaan sosial masyarakat yang bersumber dari pembayaran zakat umat yang dikelola Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas).

Penyaluran zakat diharapkan dapat lebih ditekankan untuk kebutuhan yang lebih produktif. Karena selama ini, sebagian besar diperuntukkan untuk kebutuhan yang konsumtif seperti bantuan sosial, pendidikan dan sebagainya. Sementara masyarakat juga perlu diberikan rangsangan untuk peningkatan taraf hidup.

“Yang saya maksudkan adalah bagaimana penerimaan zakat ini nanti tidak sekedar imbauan saja. Karena nanti kita mau alihkan (zakat) ini dari yang konsumtif menjadi yang produktif. Tetapi tidak semua. Dengan begitu, saya yakin bisa,” ujar Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi pada pertemuan bersama Baznas Sumut, Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama dan pihak terkait lainnya, di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (20/7).

Gubernur juga berharap konsep penerapan penyaluran zakat untuk hal produktif ke masyarakat bisa dibahas lebih lanjut. Karena itu, Gubernur meminta diagendakan pertemuan lanjutan guna membahas kembali bersama pihak terkait lainnya, seperti lembaga pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi. Begitu juga soal disiplin menjalankan protokol kesehatan agar bisa terus disosialisasikan kepada siapa dan oleh siapa saja.

Sementara Ketua Baznas Sumut Amansyah Nasution menyampaikan bahwa penyaluran zakat dan infaq tahun ini hingga 30 Juni 2020 mencapai Rp4,120 Miliar. Dirinya pun berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bisa membantu meningkatkan penerimaan zakat dan infaq khususnya dari para Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kita tidak tahu ini (Covid-19) sampai kapan berakhir. Jadi dalam menyalurkan zakat, tidak hanya untuk yang konsumtif tetapi yang produktif. Sehingga kita berikan kail, bukan ikan, dan itu tergantung berapa banyak yang bisa dikumpulkan,” sebut Amansyah.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Baznas Sumut Musadad Lubis mengungkapkan tentang rencana peningkatan penyaluran zakat produktif. Pihaknya sendiri telah menjalankan hal itu di beberapa daerah seperti Serdangbedagai dan Batubara di bidang pertanian. Sehingga masyarakat tidak lagi hanya sekadar menerima bantuan, tetapi ada upaya membangun usaha atau penghasilan.

“Karena anggaran terbatas, makanya kita berharap kepada Gubernur untuk upaya peningkatannya,” harap Musadad.( limber sinaga )

FOTO

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menerima audiensi Badan Amal Zakat dan Infaq Nasional (Baznas) Provinsi Sumut di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan. Senin (20/7). 

DELISERDANG,( kbn lipanri )

Barisan bedeng-bedeng bawang merah siap panen memenuhi lahan seluas 1 hektare lebih di Desa Liang Pematang, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang. Disekitarnya, para petani tengah bersiap untuk memanen sekitar 16 ton bawang merah.

FOTO

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi turut serta memanen bawang di Desa Liang Pematang, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang. Sabtu (2/5). Gubernur  mengapresiasi para petani yang masih bekerja di tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan pangan di Sumatera Utara.

Ada yang istimewa pada panen yang dilakukan pada Sabtu (2/5) pagi tersebut, yakni para pertani ditemani langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. Mengenakan topi dan masker, Edy memasuki lahan dan memulai panen bersama petani, dengan tetap menjaga jarak (physical distancing).

“Saya sangat mengapresiasi para petani kita yang tetap semangat beraktivitas di tengah situasi sulit saat ini. Mereka adalah contoh bahwa kita harus tetap berdaya dan kuat di tengah pandemi. Mereka pahlawan-pahlawan pangan kita,” ujar Edy.

Apalagi, kata Edy, saat ini harga bawang merah di pasaran sedang naik dan pemenuhan kebutuhan bawang merah Sumut 50% masih dipasok dari luar provinsi. “Diharapkan panen ini membantu memenuhi pasokan khususnya jelang Lebaran, serta membantu menstabilkan harga di pasar,” katanya.

Selain untuk panen, Edy juga meninjau lahan-lahan pertanian setempat untuk dijadikan kawasan atau sentra-sentra penghasil bawang merah. Sehingga tujuan untuk swasembada bawang merah dan pangan keseluruhan segera tercapai.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler Lubis menambahkan bahwa saat ini memang produksi bawang merah di Sumut masih memenuhi kebutuhan daerah 40% hingga 50%. Sisanya, masih dari luar Sumut.

“Untuk itu, kita sedang gencar dan usahakan pembentukan sentra-sentra komoditas bahan pangan utama, khususnya yang sering mempengaruhi inflasi. Seperti, cabai merah, bawang merah dan lainnya. Kita bermitra dengan petani, bantu bibit, hingga pupuk,” ungkap Dahler.

Kepala Desa Liang Pematang Bahagia Tarigan mengatakan merasa bersyukur sekaligus merasa terhormat dengan kehadiran Gubernur Edy Rahmyadi yang turut serta ikut panen bawang merah di desanya. “Ini tentu menjadi penyemangat bagi kami dan bangga bisa membantu kebutuhan bawang merah di Sumut,” tutur nya.

Lahan 1 hektare lebih ini, papar Bahagia Tarigan yang juga sebagai petani, akan menghasilkan sekitar 16 ton bawang merah untuk dipanen.

Serahkan Bantuan

Usai meninjau dan panen bawang merah, Gubernur Edy juga menyerahkan bantuan puluhan paket sembako kepada warga sekitar dan para kelompok tani setempat, yakni Kelompok Tani Ponti Empat dan Arih Hersada. “Semoga meringankan kebutuhan Bapak/Ibu di tengah pandemi ini,” ucapnya.

Ketua kelompok tani Arih Hersada, Edy Nganto Barus mengucap syukur atas bantuan yang diterima. Katanya, hal ini menjadi penambah semangat bagi para petani untuk beraktivitas.

Salah satu warga juga disambangi Edy Barus (49), penderita stroke sedang terduduk lemah saat ditemui Gubernur. Bersama istrinya, Barus menerima paket sembako yang diserahkan langsung oleh Gubernur di pelataran rumahnya. “Terima kasih Pak atas bantuannya, semoga berkah,” ucap Barus.

Turut hadir mendampingi Gubernur yakni Asisten Administrasi Pemerintahan Arsyad Lubis, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Achmad Fadly, Camat STM Hulu Budiman Sembiring, Kepala Desa Liang Pematang Bahagia Tarigan, para kelompok tani, dan warga sekitar. ( limber sinaga )

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

KIRIMPESAN


← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Sejarah Asal Usul Rajamuda Paltisinaga Hingga 12 Generasinya Dari Maharaja Sanghiyannaga ( Gajahmada ) Penerus Keturunan Ratu Padi( Borupareme ) Dengan Saudarinya Gayatri Indraparaswati(Bidinglaut) Dari Majapahit Kerajaan Negarakartagama


APRMAY
04
20182019

Sejarah Kerajaan Nusantara Darimulai Maharaja Sanghiyangnaga ( Patih Gajahmada) Hingga Maharaja Nyala Singawarman(Singamangaraja)

Sisilah Dan Asal Usul Sejarah Kerajaan Serta Kesultanan Leluhur Nusantara ,Serta salasatu diantaranya 12 Generasi Maharaja Singamangaraja Hingga leluhurnya Maharaja Sanghiyangnaga penerus Keturunan Ratu Padi(Borupareme)Dengan Saudarinya Gayatri Indraparaswat(Bidinglaut) dari Kerajaan Majapahit ( Negarakartagama),Ungkap Limber Sinaga Cicit Raja Muda Palti Sinaga(Kerajaan Tanojawa)Simalungun.

Galasibot.co.id

Medan,( Kbnlipanri ) – Batak Nusantara merupakan sejarah kilas balik orang-orang Batak di Nusantara. Dimulai dari Aceh sampai ke pulau Jawa. Ada banyak versi mengenai sejarah Aceh sebelum abad-abad masehi. Salah satunya adalah mengenai keberadaan komunitas Batak di Aceh pada awal-awal tarikh masehi. Lihat buku “Java”, II oleh Veth, hal. 16.

Foto : Limber Sinaga,SH.Cicit Rajamuda Paltisinaga ( Kerajaan Tanojawa )

1000 SM-600 M

Sebelumnya untuk diketahui pada zaman ini, telah berkembang kerajaan Hatorusan (Disebut juga kerajaan Nai Marata didirikan oleh Raja Uti putera Tatea Bulan di Sianjur Mula-mula lalu pindah ke Barus/Singkil) di pesisir tanah Batak yang wilayahnya mencakup sebagian daerah Aceh sekarang ini. Sementara itu kerajaan Batak lainnya dipimpin oleh Dinasti Sorimangaraja dari marga Sagala tetap eksis di Sianjur Mula-mula sebelum dikudeta oleh marga Simanullang di abad pertengahan.

Beberapa abad kemudian, di pesisir juga eksis kerajaan Batak lainnya yang didirikan oleh Alang Pardosi dari marga Pohan keturunan Sumba. Berikut Dinasti-dinastinya:

Dinasti Sagala

1. Sorimangaraja I-XC (1000 SM-1510M)

2. Sorimangaraja XC (1510). Dikudeta oleh orang-orang marga Simanullang

3. Raja Soambaton Sagala menjadi Sorimangaraja XCI, pindah ke Sipirok

4. Sorimangaraja XCII-C di Sipirok

5. Sorimangaraja CI (ke-101) 1816 M masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Syarif Sagala atas ajakan Raja Gadumbang.

Dua orang saudara Syarif Sagala yakni; Jamaluddin Sagala dan Bakhtiar Sagala kembali menganut agama tradisional Batak. Orang-orang marga Sagala yang kembali menganut agama tradisional Batak tersebut akhirnya dikristenkan oleh Pendeta Gerrit van Asselt menjadi penganut protestan kalvinist.

Dinasti Hatorusan (Kerajaan Nai Marata)

1. Raja Uti Putera Tatea Bulan alia Raja Biak-biak alias Raja Miok-miok alias Raja Gumellnggelleng

2. Datu Pejel gelar Raja Uti II

3. Ratu Pejel III

4. Borsak Maruhum.

5. Raja Uti V bergelar Datu Alung Aji

6. Raja Uti VI yang bernama Longgam Parmunsaki.

7. Raja Uti VII bernama Datu Mambang Di Atas.

8. Sultan Ibrahimsyah Pasaribu (Gelar Raja Hatorusan). Wafat 1610 Masehi.

9. Sultan Yusuf Pasaribu

10. Sultan Adil Pasaribu

11. Tuanku Sultan Pasaribu

12. Sultan Raja Kecil Pasaribu

13. Sultan Emas Pasaribu

14. Sultan Kesyari Pasaribu

15. Sultan Main Alam Pasaribu

16. Sultan Perhimpunan Pasaribu

17. Sultan Marah Laut bin Sultan Main Alam Pasaribu pada tahun 1289 rabiul akhir atau pada tanggl 17 Juni 1872 menuliskan kembali Sejarah Tuanku Badan (Tambo Barus Hilir) yang menceritakan silsilah kerajaan Hatorusan di Barus, dari sebuah naskah tua peninggalan leluhurnya yang hampir lapuk.

Dinasti Pardosi (Pohan)

1. Raja Kesaktian Pohan (di Toba, Balige)

2. Alang Pardosi pindah ke Rambe dan mendirikan istana di Gotting, Tukka

3. Pucaro Duan Pardosi di Tukka

4. Guru Marsakot Pardosi di Lobu Tua

5. Raja Tutung Pardosi di Tukka, berselisih dengan Raja Rambe di Pakkat.

6. Tuan Namora Raja Pardosi

Ada gap yang lama, beberapa raja difase ini tidak terdokumentasi

7. Raja Tua Pardosi

8. Raja Kadir Pardosi, pertama masuk Islam.

9. Raja Mualif Pardosi

10. Sultan Marah Pangsu Pardosi (700-an Hijriyah)

11. Sultan Marah Sifat Pardosi

12. Tuanku Maharaja Bongsu Pardosi (1054 H)

13. Tuanku Raja Kecil Pardosi

14. Sultan Daeng Pardosi

15. Sultan Marah Tulang Pardosi

16. Sultan Munawar Syah Pardosi

17. Sultan Marah Pangkat Pardosi (1170 H)

18. Sultan Baginda Raja Adil Pardosi (1213 H)

19. Sultan Sailan Pardosi (1241 H )

20. Sultan Limba Tua Pardosi

21. Sultan Ma’in Intan Pardosi

22. Sultan Agama yang bernama Sultan Subum Pardosi

23. Sultan Marah Tulang yang bernama Sultan Nangu Pardosi (1270 H)

Kembali ke Aceh, nama Aceh sendiri adalah sebuah nama yang dibentuk dari gabungan beberapa kerajaan di provinsi Aceh yang sekarang.

Menurut cerita-cerita rakyat, penduduk asli Aceh disebut “ureueng Mante”. Sejauh mana kebenaran riwayat ini masih dapat diperdebatkan. Suku Mante merupakan bagian dari bangsa Mantra yang mendiami daerah antara Selangor dan gunung Ophir di semenanjung tanah Melayu. Logan menyebut dalam “The Indian Archipelago”, jilik I, nama Mantira.

Invasi pertama yang dialami para Mante dilakukan oleh orang-orang Batak yang mendesak mereka dari daerah-daerah pantai Aceh ini ke pedalaman XII mukim dan dari pantai barat Aceh ke pedalaman daerah tersebut. Besar kemungkinan orang-orang Mante selama beberapa tahun telah didominasi oleh orang-orang Batak. Akulturasi kedua suku ini membentuk Aceh.

Untuk menguatkan anggapan ini baik dijelaskan, bahwa di dalam adat-adat Batak masih terdapat unsur-unsur dan kata-kata Batak yang dijumpai kembali dalam bahasa Aceh walaupun dengan ucapan yang telah berubah di samping unsur-unsur formatif bahasa Batak, kecuali jika orang-orang Mante mau dianggap ada hubungannya dengan orang-orang Batak.

Abad ke1-3 M

Terdapat dua pendapat mengenai kedatangan unsur Hindu ini. Pertama dibawa langsung oleh orang India melalui Barus dan pelabuhan-pelabuhan lain Aceh sejak abad ke 1-3 M dan yang kedua adalah melalui ekspansi Sriwijaya. Diketahui ekspansi Sriwijaya terjadi di abad ke-10.

600 M

Kerajaan Batak yang baru, Kerajaan Nagur yang memisahkan diri dari Dinasti Sorimangaraja, berpusat di Simalungun melakukan ekspansi sampai ke pegunungan “barisan” Aceh yang membentuk komunitas Gayo dan Alas.

Dikatakan juga bahwa kerajaan “Mante-Batak” itu pada gilirannya ditaklukkan pula oleh orang-orang Hindu. Diperkirakan di masa inilah nilai-nilai Hindu diserap oleh kerajaan ini.

Besar kemungkinan juga bahwa imigrasi Hindu dimulai dari pantai utara dan timur Aceh, terus ke pedalaman. Dari Gigieng dan Pidie bahkan mungkin juga dari Pasai. Buktinya ialah inskripsi-inskripsi tua yang dijumpai di Kuta Batee, enam jam perjalanan dari Blang Me di pantai timur laut Aceh. Disebut juga Kuta Karang, kini Kec. Samudra, Geudaong-Aceh Utara. Peninggalan purbakala ini dari abad ke-12 M.

Dikatakan juga bahwa penduduk pribumi Aceh (Mante-Batak) berhasil menaklukkan orang-orang Hindu dan menyuruh mereka membayar upeti di Kerajaan Hindu Aceh.

Selain batu-batu nisan dan makam-makan bertulisan yang dijumpai di Tanoh Abee dan Reueng-reueng di pedalamn XII mukim, dalam cerita-cerita Aceh disebut-sebut juga mengenai seorang raja Hindu di Indrapuri bernama Rawana yang kerajaannya meluas sampai ke laut seperti terbukti dari nama-nama Indrapurwa di Kuala Neujid atau Pancu dan Indrapatra kira-kira di Lam Nga dekat dengan Kuala Gigieng.

Kerajaan Hindu Aceh tersebut tidak terbatas sampai daerah Aceh Besar saja, tetapi meluas sampai pantai timur laut Aceh, termasuk daerah Pasai, Seumatang Dora dekat Kuala Batee Keureunda di Pidie. Pada masa itu kerajaan tersebut telah dikenal dengan nama Pulau Seroja, yaitu pulai teratai, sementara Krueng Aceh dinamakan Krueng Ceudaih, sungai indah. Barulah pada masa-masa terakhir singai itu dinamakan Kueng Aceh; sebabnya adalah sebagai berikut:

“Sebuah kapal Gujarat dari Hindia Muka datang ke Krueng Ceudaih untuk berniaga. Anak-anak buah kapal itu berada di darat dalam perjalanan ke Gampong Pande. Di tengah perjalanan mereka ditimpa hujan lebat lalu berteduh di bawah sebatang kayu. Melihat daunnya yang rindang, semua mereka dengan sukacita berseru: Aca! Aca! Aca! Artinya indah, indah, indah yang kemudian berubah menjadi Aceh”. Menurut Dr Hoesein Djajadiningrat pohon itu bernama ‘bak si aceh-aceh’. Lihat Atjehch Woordenboek, I. 1934, hal. 92.

Abad 8-9

Kesultanan Perlak berdiri.

1100-1250

Berdirinya Kerajaan Aru Sipamutung. Kerajaan Hindu Rajendrasola di Tanah Batak. Peninggalannnya adalah Biara Sipamutung.

Abad ke 10-14 M

Kesultanan Daya, antara tahun 1128-1131 M, dibentuk oleh Laksamana Abdul Kamil dengan dukungan dinasti Fatimiyah dari Mesir yang pemerintahannya sampai ke kesultanan Bandar Kalipah.

Kerajaan Nagur di tanah Batak Simalungun dihancurkan oleh orang-orang Batak Karo yang mendirikan kerajaan Haru Wampu yang berdiri pada tahun 1200-1508 M. Di Bekas kerajan tersebut di tanah Gayo berdiri kerajaan-kerajaan seperti Kerajaan Lingga, Lamuri dan Pasai (1200-1285).

Mengenai Kerajaan Lingga di tanah Batak Gayo, menurut M. Junus Djamil dalam bukunya “Gajah Putih” yang diterbitkan oleh Lembaga Kebudayaan Atjeh tahun 1959, Kutaraja, mengatakan bahwa sekitar abad 11, Kerajaan Lingga didirikan oleh orang-orang Batak Gayo pada era pemerintahan Sultan Machudum Johan Berdaulat Mahmud Syah dari Kerajaan Perlak. Informasi ini diketahui dari keterangan Raja Uyem dan anaknya Raja Ranta yaitu Raja Cik Bebesan dan dari Zainuddin yaitu dari raja-raja Kejurun Bukit yang kedua-duanya pernah berkuasa sebagai raja di era kolonial Belanda.

Raja Lingga I, yang menjadi keturunan langsung Batak, disebutkan mempunyai beberapa anak. Yang tertua seorang wanita bernama Empu Beru atau Datu Beru, yang lain Sebayak Lingga, Meurah Johan dan Meurah Lingga, Meurah Silu dan Meurah Mege.

Sebayak Lingga kemudian merantau ke tanah Batak leluhurnya tepatnya di Karo dan membuka negeri di sana dia dikenal dengan Raja Lingga Sibayak. Meurah Johan mengembara ke Aceh Besar dan mendirikan kerajaannya yang bernama Lamkrak atau Lam Oeii atau yang dikenal dengan Lamoeri dan Lamuri atau Kesultanan Lamuri. Ini berarti kesultanan Lamuri di atas didirikan oleh Meurah Johan sedangkan Meurah Lingga tinggal di Linge, Gayo, yang selanjutnya menjadi raja Linge turun termurun. Meurah Silu bermigrasi ke daerah Pasai dan menjadi pegawai Kesultanan Daya di Pasai. Kesultanan Daya merupakan kesultanan syiah yang dipimpin orang-orang Persia dan Arab.

Meurah Mege sendiri dikuburkan di Wihni Rayang di Lereng Keramil Paluh di daerah Linge. Sampai sekarang masih terpelihara dan dihormati oleh penduduk.

Penyebab migrasi tidak diketahui. Akan tetapi menurut riwayat dikisahkan bahwa Raja Lingga lebih menyayangi bungsunya Meurah Mege. Sehingga membuat anak-anaknya yang lain lebih memilih untuk mengembara.

Dinasti Batak (Lingga)

1. Raja Lingga I di Gayo punya anak-anak sebagai berikut:

a. Raja Sebayak Lingga di Tanah Karo

b. Raja Marah Johan (pendiri Kesultanan Lamuri)

c. Marah Silu (pendiri Kesultanan Samudera Pasai), dan

2. Raja Lingga II alias Marah Lingga di Gayo

3. Raja Lingga III-XII di Gayo

4. Raja Lingga XIII menjadi Amir al-Harb Kesultanan Aceh, pada tahun 1533 terbentuklah Kerajaan Johor baru di Malaysia yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Mansyur Syah. Raja Lingga XIII diangkat menjadi kabinet di kerajaan baru tersebut. Keturunannya mendirikan Kesultanan Lingga di kepulauan Riau, pulau Lingga, yang kedaulatannya mencakup Riau (Indonesia), Temasek (Singapura) dan sedikit wilayah Malaysia.

Raja-raja di Sebayak Lingga Karo tidak terdokumentasi. Pada era Belanda kembali diangkat raja-rajanya tapi hanya dua era

1. Raja Sendi Sibayak Lingga. (Pilihan Belanda)

2. Raja Kalilong Sibayak Lingga

Meurah Silu, yang menjadi prajurit kesultanan Daya, saat itu masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Iskandar Malik dengan gelar Sultan Malik al-Shaleh sebagai sultan pertama pribumi dan pendiri Samudera Pasai. Samudera Pasai berdiri di atas Kesultanan Daya yang dihancurkan oleh Laksamana Ismail al-Siddiq, panglima Dinasti Mamluk, Mesir, yang menggantikan Dinasti Fatimiyah pendukung Kesultanan Daya.

Dikatakan bahwa Kesultanan Pasai di tangan orang Batak Gayo yang kemudian menghancurkan Kerajaan Hindu Aceh, yang terdiri dari Batak-Mante dan imigran Hindu India, yang sudah melemah dengan tumbuhnya komunitas-komunitas muslim dengan kedaulatan sendiri-sendiri.

Sepeninggalan Malik al-Saleh (1285-1296) dia digantikan oleh anaknya Sultan Malik Al Tahir (1296-1327). Putranya yang lain Malik Al Mansyur pada tahun 1295 berkuasa di Barumun dan mendirikan Kesultanan Aru Barumun pada tahun 1299 dengan corak mazhab syiah.

Dinasti Marah Silu (Batak Gayo) di Samudera Pasai sebagai berikut:

1. Sultan Malik al-Saleh (1285-1296) ada yang bilang (1263-1297)

2. Sultan al-Abidin (1297-1320)

3. Sultan Malik al-Tahir (al-Zahir) (1296-1327) (1320-1383)

4. Sultan Zain al-Abidin (1383-1405), pernah diculik dan selama tiga tahun ditawan di Thailand (Siam)

5. Sultan Shaleh al-Din (1405-1412)

6. Ratu Nur Ilahi (1424-1461)

7. Sultan Muzafar Syah (1461-1497)

8. Sultan Ma’ruf Syah (1497-1511)

9. Sultan Abdullah (1511-1524). Lihat: J.I. Moens, “Rijken der Parfum en specerijen”, BKI, 1955

Setelah tahun ini, Samudera Pasai mengalami kemunduran. Salah satu keturunan Marah Silu, Syarif Hidayat Fatahillah merantau ke Jawa, menjadi penyebar agama Islam mazhab syafii. Dia merupakan tokoh yang mendirikan kota Jakarta dan menjadi Sultan Banten (Emeritus) dan ikut serta mendirikan Kesultanan Cirebon. Dia, yang dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, adalah tokoh yang berhasil menyelamatkan penduduk pribumi dari amukan bangsa Portugis. Kesultanan Samudera Pasai merupakan kesultanan Islam yang pertama tumbuh dalam skala nasional dan sekaligus pelopor mazhab syafii di Nusantara.

Sementara itu, putra Marah Silu yang lain mendirikan Kesultanan Aru Barumun yang berhubungan baik dengan pihak Cina pada era Dinasti Ming (1368-1643). Pada periode 1405-1425 beberapa utusan dari Cina pernah singgah, di antaranya Laksamana Ceng Ho dan Laksamana Haji Kung Wu Ping. Sungai Tamiang merupakan tapal batas perbatasan antara Kesultanan Samudera Pssai dengan Kesultanan Aru Barumun.

Dinasti Batak Gayo di Kesultanan Aru Barumun adalah sebagai berikut:

1. Sultan Malik Al Mansyur (1299-1322)

2. Sultan Hassan Al Gafur (1322-1336)

3. Sultan Firman Al Karim (1336-1361), pada era nya banyak bertikai dengan kekuatan imperialis Jawa Majapahit. Di bawah panglima Laksamana Hang Tuah dan Hang Lekir, pasukan marinir Aru Barumun berkali-kali membendung kekuatan Hindu Majapahit dari Jawa.

4. Sultan Sadik Al Quds (1361). Wafat akibat serangan jantung.

5. Sultan Alwi Al Musawwir (1361-1379)

6. Sultan Ridwan Al Hafidz (1379-1407). Banyak melakukan hubungan diplomatik dengan pihak Cina

7. Sultan Hussin Dzul Arsa yang bergelar Sultan Haji. Pada tahun 1409 dia ikut dalam rombongan kapal induk Laksamana Cengho mengunjungi Mekkah dan Peking di zaman Yung Lo. Dia terkenal dalam annals dari Cina pada era Dinasti Ming dengan nama “Adji Alasa” (A Dji A La Sa). Orang Batak yang paling dikenal di Cina.

8. Sultan Djafar Al Baki (1428-1459). Meninggal dalam pergulatan dengan seekor Harimau.

9. Sultan Hamid Al Muktadir (1459-1462), gugur dalam sebuah pandemi.

10. Sultan Zulkifli Al Majid. Lahir cacat; kebutaan dan pendengaran. Pada tahun 1469, kesultanan Aru Barumun diserang oleh kesultanan Malakka, atas perintah Sultan Mansyur Syah yang memerintah antara tahun 1441-1476. Kota pelabuhan Labuhanbilik dibumihanguskan dan Angkatan Laut Kesultanan Aru Barumun dimusnahkan.

11. Sultan Karim Al Mukji (1471-1489)

12. Sultan Muhammad Al Wahid (1489-1512). Gugur dalam pertempuran melawan bajak laut Portugis.

13. Sultan Ibrahim Al Jalil (1512-1523) ditawan dan diperalat oleh Portugis.

Dinasti Marah Silu melalui Hidayat Fatahillah di Kesultanan Banten (Sumber: Ismail Muhammad 1978). Ada yang mengatakan bahwa keturunan langsung Gunung Jati, yang sehari-harinya menyebarkan ilmu, mendirikan berbagai lembaga pendidikan di Cirebon, salah satunya yang masih berdiri sekarang sebuah pesantren “Abah Anom” di Buntet, Cirebon.

1. Syarif Hidayat Fatahillah gelar Susuhunan Gunung Jati (1512)

2. Maulana Hasanuddin Panembahan Surosowan(1552)

3. Maulana Yusuf Panembahan Pakalangan (1570)

4. Sultan Maulanan Muhammad Pangeran Ratu Ing Banten (1580)

5. Sultan Abdulmafachir Mahmud Abdul Kadir Kanari (1596)

6. Sultan Abdul Ma’ali Ahmad Kenari (1640)

7. Sultan Agung Tirtayasa Abdul Fathi Abdul Fatah (1651)

8. Sultan Haji Abunhasr Abdul Kahhar (1672)

9. Sultan Abdul Fadhal (1687)

10. Sultan Abul Mahasin Zainul Abidin (1690)

11. Sultan Muh. Syifa Zainul Arifin (1733)

12. Sultan Syarifuddin Ratu Wakil (1750)

13. Sultan Muh. Wasi’ Zainul Alimin (1752)

14. Sultan Muh. Arif Zainul Asyikin (1753)

15. Sultan Abdul Mafakih Muh Aliyuddin (1773)

16. Sultan Muhyiddin Zainussolihin (1799)

17. Sultan Muh. Ishak Zainul Muttaqin (1801)

18. Sultan Wakil Pangeran Natawijaya (1803)

19. Sultan Agiluddin Aliyuddin (1803)

20. Sultan Wakil pageran Sura Manggala (1808)

21. Sultan Muhammad Shafiyuddin (1809)

22. Sultan Muhammad vbb, (1813)

Dinasti Marah Silu melalui Hidayat Fatahillah di Kesultanan Cirebon sebagai berikut: Ada yang mengatakan bahwa keturunan langsung Gunung Jati, yang sehari-harinya menyebarkan ilmu, mendirikan berbagai lembaga pendidikan di Cirebon, salah satunya yang masih berdiri sekarang sebuah pesantren “Abah Anom” (Kebumen?) di Cirebon. Garis turunannya juga mendirikan Kesultanan Kanoman, Keluarga Kecirebonan dan Keluarga Keprabonan, selain Kesultanan, Kesepuhin :

 1. Sultan Hidayat Fatahillah gelar Sunan Gunung Jati (1479-1568)

2. Pangeran Pasarean/P. Muh. Arifin (1528-1552)

3. Pengeran Arya Kemuning Adipati Carbon I (1552-1565)

4. Panemb  ni I/P Emas Zainul Arifin (1568-1578)

5. Pangeran Dipati Sedanggayam Carbon II )1578-1649)

6. Panembahan Pakungwati (1649-1662)

7. Sultan Sepuh I Syamsuddin (1678-1697)

8. Sultan Sepuh II Jamaluddin (1697-1720)

9. Sultan Sepuh III Jaenuddin (1720-1750)

10. Sultan Sepuh IV Jainuddin Amir Sena (1750-1778)

11. Sultan Sepuh V Sultan Matangaji/P. Syarifuddin (1778-1784)

12. Sultan Sepuh VI P. Hasanuddin (1784-1790)

13. Sultan Sepuh VIIP. Joharuddin (1790-1816)

14. Sultan Sepuh VIIIP. Raja Udaka (1816-1845)

15. Sultan Sepuh IXP. Raja Sulaeman (1845-1880)

16. Sultan Sepuh XP. Raja Atmaja (1880-1899)

17. Sultan Sepuh XI P. Raja Aluda Tjul arifin Moh. Syamsuddin Nataningrat (1899-1942)

18. Sultan Sepuh XII P. Raja Ningrat (1942-1969)

19. Sultan Sepuh XIII P. Raja Adipati Maulana Pakuningrat SH (1969) (Sumber: Unit Pengelola Keraton Kasepuhan Cirebon)

Dikisahkan juga bahwa Kesultanan Lamuri yang didirikan oleh Meurah Johan diserang Majapahit tahun 1365.

Abad 15-16

Abad 15, Munawwar Syah, Sultan yang sedang berkuasa di Lamuri, memindahkan ibukota kerajaannya ke Mahkota Alam dengan alasan persaingan politik dengan Pidie. Kehadiran Lamuri di Mahkota Alam menjadikan ‘balance of power’ di daerah tersebut menjadi tidak seimbang dengan kerajaan Aceh lainnya yakni Dar al-Kamal yang hanya dipisahkan oleh sebuah sungai.

Lamuri dan Dar al-Kamal menjadi dua kerajaan yang saling bersaing. Hal ini menyebabkan Munawwar Shah untuk berpikir melakukan maneuver politik dengan menawarkan perkawinan politik antara anaknya dengan puteri Sultan Inayah Shah.

Ketika Inayah Shah menerima rencanan tersebut, rombongan Munawwar Shah diam-diam membawa senjata dan menyerang Dar al-Kamal. Munawwar Shah berhasil dan kedua kerajaan ini disatukan kembali menjadi Kesultanan Aceh Dar al-Salam dengan pimpinan Sultan Shams Shah anak dari Munawwar Shah.

Kesultanan ini juga meluas dengan ekspansi ke Kesultanan Samudera Pasai yang telah melemah dihantam Majapahit dan sampai ke daerah Bengkulu melewati Minangkabau.

Walaupun begitu, ada juga yang mengatakan bahwa sebenarnya yang berperan penting dalam pembentukan kesultanan Aceh adalah kesultanan Pidie. Pada waktu itu wilayah kesultanan ini meliputi Aceh Besar. Sultan Ali Mughayat Syah merupakan sultan yang pertama masuk Islam (1507-1522). Dia digantikan oleh puteranya Sultan Salahuddin (1522-1530) yang membina kekuatan Aceh dalam arti yang sesungguhnya. Lihat. Veth, Atchin en Zijne betrekkingen tot Nederland, 1873 hal. 28.

1511 M

Pada tahun 1511, keturunan Raja Lingga di Gayo, Raja Lingga XIII, diangkat menjadi Panglima Besar Angkatan Perang Kesultanan Aceh atau Amirul Harb, saat mengakuisisi Kesultanan Pasai dan Kesultanan Aru yang sudah dijajah Portugis.

Dalam tahun 1533 terbentuklah Kerajaan Johor baru di Malaysia yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Mansyur Syah. Raja Lingga XIII diangkat menjadi kabinet di kerajaan baru tersebut. Raja Lingga XIII diamanatkan untuk membangun benteng pertahanan, dengan membangun sebuah pulau di selat Malaka, dari amukan Portugis. Pulau tersebut dikenal dengan pulau Lingga.

Keturunan Lingga, kemudian mendirikan kesultanan Lingga di Gayo, Karo dan daerah Riau dan Kepulauannya.

Satu lagi legende dalam budaya Batak Gayo adalah mengenai Sosok Raja Bukit. Dalam berbagai versi sejarah, keberadaan Raja Bukit ini sangat masyhur namun penuh dengan misteri. Raja Bukit dikisahkan adalah orang yang dapat menaklukkan Gajah Putih. Gajah Putih sendiri dalam budaya Batak Toba merupakan hewan suci dari Raja Uti, Kerajaan Batak Pesisir Katorusan.

Keberadaan Raja Bukit pernah didokumentasikan oleh penulis Barat saat keberadaanya yang mendominasi peta perpolitikan di Kesultanan Barus, Kesultanan Batak di pesisir barat Sumatera Utara.

Dikatakan bahwa ada dua pemimpin yang berasal dari luar Kesultanan Barus yang ikut ambil bagian dalam pertikaian politik di Barus, khususnya dalam melawan monopoli ekonomi VOC, Inggris dan Eropa lainnya. Mereka adalah Raja Simorang dari Tapanuli dan Raja Bukit. Lihat Reber, “Private Trade of The British in West Sumatera 1735-1770” (Ph.D Dissertation, University of Hull, 1977), Appendix XII p. 300-302.

Dalam kisah-kisah Batak diketahui bahwa Raja Bukit ini merupakan tokoh Batak yang sangat berpengaruh pada eranya yang banyak berkecimpung dalam pembangunan masyarakat Batak secara sosial, adat dan ekonomi mulai dari Aceh, Pesisir, Asahan dan lain sebagainya.

Namun, keterangan mengenai siapa sebenarnya Raja Bukit tersebut adalah simpang siur. Orang Gayo percaya bahwa Raja Bukit sebenarnya bernama Saidah dalam versi JCJ Kempess, Sengeda dalam versi Muda Kala dan Junus Djamil.

Kempess mengatakan bahwa Raja Bukit merupakan orang yang datang dari luar Gayo, tepatnya bagian selatan. Ada yang mengatakan dari Tiku, Minang. Alkisah ada tiga orang datang dari daerah tersebut. Seorang di antara mereka bertuah dan diangkat menjadi Raja Lumut. Seorang lagi pindah ke Samarkilang dan ternyata dibunuh oleh Raja di Lingga. Setelah terbongkar pembunuhan tersebut. Sultan Aceh yang saat itu induk kerajaan mini ini, memecat Raja tersebut dan mengangkat seorang yang datang tersebut menjadi Raja Bukit pertama dan seorang lagi menjadi Raja Petiamang. Nama dari Raja Bukit tersebut adalah :

Kisah lain adalah Sengeda yang masih berasal dari keluarga Lingga. Dan Banyak kisah lain mengenai seluk-beluk Raja Bukit tersebut. Dalam sejarah Batak, khusunya Sisingamangaraja dinyatakan bahwa Raja Bukit yang mashur dalam hubungan diplomasi, ekonomi dan hubungan internasional dalam menggalang dukungan melawan penjajah Eropa adalah Sisingamangaraja VIII alias Ompu Sotaronggal  Bernama Saniangnaga Gelar Nagamangaraja yang dikenal dengan sebutannya Raja Bukit yang hidupnya diperkirakan pada tahun 1700-an,Tempat tinggalnya Di Sibandang,Hingga sekarang masih ada bukti rumah peninggalan cirikhas adat Batak di Perkampungan tsbt,Sedangkan Keturunannya Berada Di Simalungun Pendiri Kerajaan TanoJawa Yang Namanya Singamangaraja disebutjuga Op.Palti Raja Sinaga Yang mana sala satu cucunya Bernama Palty Sinaga dikenal dengan gelar Rajamuda Palty Sinaga dari Tahun 1906 hingga 1936 . Kabupaten Simalungun Prov Sumatra Utara. saat ini.

Dinasti Sisingamangaraja di Bakkara sendiri didirikan oleh Mahkuta alias Manghuntal dari marga Sinambela, setelah mendapat transfer kedaulatan dari Dinasi Uti (Hatorusan)

1. Raja Sisingamangaraja I dengan nama asli Raja Mahkota atau Raja Manghuntal memerintah tahun 1540 s.d. 1550

2. SM Raja II, Raja Manjolong gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan memerintah 1550 s.d 1595

3. SM Raja III, Raja Itubungna, 1595-1627

4. SM Raja IV, Tuan Sorimangaraja 1627-1667

5. SM Raja V, Raja Pallongos, 1667-1730

6. SM Raja VI, Raja Pangolbuk, 1730-1751

7. SM Raja VII, Ompu Tuan Lumbut, 1751-1771

8. SM Raja VIII, Ompu Sotaronggal, gelar Raja Bukit 1771-1788

9. SM Raja IX, Ompu Sohalompoan, Gelar Datu Muara Labu, 1788-1819

10. SM Raja X, Aman Julangga, Gelar Ompu Tuan Na Bolon, 1819-1841

11. SM Raja XI, Ompu Sohahuaon, 1841-1871

12. SM Raja XII, Patuan Bosar, gelar Ompu Pulo Batu, 1871-1907

Keturunan Mahkuta alias Manghuntal lainnya melalui anaknya Si Raja Hita di tanah Karo mendirikan kota Medan.

Dinasti Sisingamangaraja I di Medan.

1. Sisingamangaraja, bernama aseli Mahkuta alias Manghuntal. Lahir di Bakkara, dibesarkan di Istana Raja Uti VII (Pasaribu Hatorusan) di Singkel, menjadi raja Batak di Bakkara paska menumpas pemberontakan memerintah di tahun 1540-1550 M. Mempunyai dua anak, yang pertama adalah Manjolong, menjadi Sisingamangaraja II di Bakkaara dengan gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan memerintah 1550 s.d 1595 dan yang kedua adalah:

2. Tuan Siraja Hita, Di sana ia memperoleh tiga orang anak. Anak yang nomor dua menjadi raja di Kerajaan Pekan. Yang bungsu menjadi raja di Kerajaan Balige, Toba dan yang tertua bernama Patimpus alias Guru Patimpus.

3. Guru Patimpus, masuk Islam dan pada tanggal 1 Juli 1590, mendirikan kota Medan. Puteranya adalah, (1) Benara, Raja di Benara (2) Kuluhu, Raja di Keluhu (3) Batu, pendiri kerajaan Batu, (4) Salahan, Raja di Salahan (5) Paropa, Raja di Paropa (6) Liang, Raja di Liang Tanah (7) Seorang gadis yang menikah dengan Raja Tangging (Tingging) (8) Janda yang menetap di Aji Jahe (9) Si Gelit (Bagelit), Raja di Kerajaan Karo Islam Sukapiring, daerah antara Medan sampai ke pegunungan Karo (10) Raja Aji, yang menjadi perbapaan Perbaji, (11) Raja Hita yang menjadi raja di Durian Kerajaan, Langkat Hulu (12) Hafidz Tua dengan panggilannya Kolok, tidak menjadi raja tapi ulama dan Hafidz Muda dengan panggilannya Kecik yang menjadi pengganti Guru Patimpus di Kerajaan Medan.

4. Raja Hafidz Muda

5. Raja Muhammadsyah putera Hafidz Muda, makamnya terletak di dekat makam puteranya Masannah, daerah Petisah Medan. Mempunyai tiga putera. Yang pertama adalah Masannah yang dikenal dengan Datuk Saudagar, dia menetap di Pulau Bening dan keturunannya berada di sana. Makamnya di samping makam ayahnya Muhammadsyah yang disebut ‘Makam Melintang’, anak yang kedua adalah Pangeran Ahmad yang keturunanya menetap di Petisah, Medan dan yang ketiga adalah Raja Mahmud yang menjadi pengganti Raja Muhammadsyah. Saat ini pusat kerajaan yang meliputi 2/3 dari kerajaan Patimpus dipindahkan ke Terjuan. Dia dimakamkan di sana. Raja Muhammadsyah memperlua kerajaan ke kawasan baru yang bernama Kuala Bekala dan Terjun. Kedua daerah ini kemudian disebut Marhom Muhammadsyah Darat.

6. Raja Mahmud putera Muhammadsyah, mempunyai dua putera mahkota. Pertama Pangeran Ali dan yang kedua Pangeran Zainal yang memilih tinggal di Klambir Tunggal dan kuburannya ada di sana.

7. Raja Ali putera Mahmud, memindahkan ibukota ke kawasan Buluh Cina. Kerajaan mulai makmur dengan perdagangan. Penghasilan kerajaan berasal dari ekspor lada besar-besaran ke Penang/Melaka. Mempunyai satu putera mahkota, Banu Hasyim dan satu puteri, Bujang Semba yang menikah dengan Sultan Panglima Mangedar Alam dari Kesultanan Deli. Masuknya pengaruh kekuatan Aceh dan orang-orang melayu yang berciri khas India Dehli. Kesultanan Deli sendiri didirikan oleh Sri Paduka Gocah Pahlawan Laksamana Khoja Bintan.

8. Raja Banu Hasyim putera Ali, menikah dengan puteri Manyak, kakak dari Datuk Sunggal Amar Laut. Dia memperluas kerajaan sampai ke kawasan Kampung Buluh. Mempunyai tiga anak. Pertama adalah Sultan Sri Ahmad, yang kedua adalah Sri Kemala, puteri yang menikah dengan Sultan Osman I dari Kesultanan Deli dan yang ketiga adalah Sri Hanum, seorang puteri yang menikah dengan Pangeran Kesultanan Langkat, Musa.

9. Sultan Sri Ahmad putera Banu Hasyim. Pusat kerajaan di pindahkan ke Pangkalan Buluh. Kerajaan Karo Islam mulai tergeser karena menguatnya Kesultanan Deli yang didukung oleh Imperium Kesultanan Aceh. Sultan pernah menerima tamu bernama John Anderson pada tahun 1823. Kerajaan Islam Karo akhirnya takluk ke Kesultanan Deli dan Sultan akhirnya masuk menjadi pembesar Kesultanan Deli yang bergelar Datuk Panglima Setia Raja Wazir XII-Kota. Pemerintahannya di bawah Kesultanan Deli akhirnya dipindahkan ke Hamparan Perak. Dia meninggal dalam usia 119 tahun

10. Datuk Adil

11. Datuk Gombak

12. Datuk Hafiz Harberhan

13. Datuk Syariful Azas Haberham. Riwayat Hamparan Perak ini pernah disalin ke dalam bahasa Belanda dalam “Nota Over De Landsgrooten van Deli”, juga dalam “Begraafplaatsrapport Gementee Medan 1928”

1508

Kerajaan Haru Wampu yang menghancurkan Kerajaan Nagur dikuasasi oleh Kesultanan Aceh pada pemerintahan Sultan Ali Muhayyat Syah. Pada tahun 1853 daerah, yang penduduknya orang-orang Batak Karo, ini dibentuk menjadi Kesultanan Langkat, Kesultanan bawahan Aceh oleh Sultan Ibrahim Mansyur Syah, sultan yang ke-30 Aceh.

1508

Seorang Karo yang menjadi pasukan Aceh bernama Manang Sukka menjadi Sultan Haru Delitua (Kesultanan Delitua/Deli) dengan gelar Sultan Makmun al-Rasyid. Istrinya adalah Putri Hijau, saudari perempuan dari Sultan Ali Muhayyat Syah.

Secara umum, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa unsur Batak datang ke Aceh melalui dua gelombang. Gelombang pertama adalah era pra-Hindu yakni asimilasi Batak-Mante, unsur inti dari Kesultanan Aceh dan gelombang kedua adalah pra-Islam dan paska Hindu-Buddha yakni melalui kerajaan Nagur di tanah Gayo dan Alas, unsur penting dari Kesultanan Samudera Pasai.

1512-1523

Kesultanan Aru Barumun jatuh ke tangan Kesultanan Aceh. Setelah sebelumnya Kesultanan Samudera Pasai dikuasai oleh Laksamana Tuanku Ibrahim Syah, saudara kandung Sultan Ali Muhayyat Syah, sultan di Kesultanan Aceh Dar al-Salam.

1802-1816

Fakhruddin Harahap merebut bagian hulu Kesultanan Aru Barumun dan memimpin penduduk yang kebanyakan marga Harahap dalam sebuah kerajaan dengan gelar Baginda Soripada. Kerajaan ini tunduk kepada kepemimpinan Kerajaan Pagarruyung.

1805-1819

Sultan Alauddin Johar Syah, sultan yang memimpin di Aceh, mengirim Laksamana Sulaiman Nanggroyi ke Labuhanbilik di Aru Barumun. Angkatan Laut Aceh siaga di sepanjang sungai Barumun beserta pasukar marinir di Kotapinang Lama akibat bangkitnya kekuatan Padri di Minang.

1816-1820

Bagian hulu Kesultanan Aru Barumun dikuasasi oleh Tuanku Tambusai, dengan ibukotanya di Sunggam. Kekuasaan Baginda Soripada dan Pasukan Aceh dihalau. Tuanku Tambusai sendiri adalah marga Harahap.

1819

Fakih Amiruddin (Lontung) memerintah di Tanah Batak selama dua tahun dengan ibukota Siborong-borong.

1867-1884

Pertentangan politik antara Raja-raja Siopat Pusoran di Silindung dengan Sisingamangaraja XII meruncing tajam. Khusunya pertentangan antara Raja Pontas Lumban Tobing dengan Sisingamangaraja XII. Pendeta Nomensen berada di pihak Raja Pontas. Belanda kemudian ikut campur dengan mendukung Nomensen dan Raja Pontas.

Pertentangan antara pihak Siopat Pusoran dengan pihak Sisingamangaraja sudah mengakar dari persaingan monopoli dagang kemenyan. Raja-raja Siopat Pusoran selalu ingin menguasai jalur perdagangan Silindung dari kekuasaan Sisingamangaraja.

Raja-raja Siopat Pusoran juga yang tidak setuju atas pengangkatan Sisingamangaraja XI, pengganti ayahnya yang tewas dalam perang dengan pihak Fakih Amiruddin beserta pasukan Padrinya. Bagi mereka, keturunan Sisingamangaraja (XI-XII) tidak diakui.

1873-1907

Sebuah ‘master plan’ perang gerilya antara Belanda melawan pasukan gabungan Aceh-Batak, dibuat antara Sisingamangaraja XI dengan Teku Nangta Sati, panglima Aceh digariskan sebagai berikut:

1. Sultan Ali Muhammad Syah, melakukan perlawanan dari Aceh. Dia kemudian meninggalkan istana di Kutaraja yang terbakar oleh artileri Belanda dan mati syahid dalam gerilyan di hutan Tanung

2. Teku Lamnga, menantu dari Teku Nangta Sati, menggempur posisi Belanda. Dia kemudian gugur dalam tugas ini.

3. Teku Umar, menantu dari Teku Nangta Sati, pasukan bertahan dan akhirnya gugur sebagai pahlawan

4. Sisingamangaraja XII, putera Sisingamangaraja XI yang meninggalkan kerajaannya di Simalungun menuju Tempat Tinggal Mertuanya  Tuan Nabolon Sinambela di Bakkara  karena kolera , bertahan di tanah Batak dan akhirnya gugur juga.

1820-1947

Berdirinya Kerajaan Kotapinang di bagian hilir Kesultanan Aru Barumun yang didirikan oleh Alamsyah Dasopang, salah satu panglima Padri.

Zulkarnaen Aritonang menjadi Yangdipertuan Raja Merbau. Zulkarnaen sendiri merupakan mantan pasukan Padri.

Tuanku Asahan alias Mansur Marpaung menjadi Sultan di Kesultanan Asahan paska dominasi Aceh.

Mengenai nama Mante di silsilah marga Batak terdapat sebuah marga yang komunitasnya sekarang banyak bermukim di beberapa daerah Aceh dan khususnya daerah perbatasan dengan Sumatera Utara. Nama marga itu adalah Munte.

Klan orang Gayo yang dominan adalah Lingga, Munte, Cebero, Tebe (Toba) dan Melala. Sementara Kejurun di Gayo adalah Kejurun Bukit yang dipimpin keturunan Raja Bukit, Kejurun Cik Bebesen yang berisi keturunan kisah Batak 27, Kejurun Lingga yang dipimpin oleh keturunan Raja Lingga dll.(Teamlipanri)

Binjai.galsibot.co.id

( Lipanrionline )/Warga kelurahan Berngam sudah beberapa hari belakangan sangat mengeluhkan air yang dialirkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtasari Binjai kepada pelanggan, tidak mengalir seperti biasanya.

Foto PDAM Tirtasari Binjai

Pelanggan pun mengeluh karena distribusi air tersendat beberapa hari terakhir ini. Sebab mereka kesulitan untuk mendapat air bersih seperti untuk mencuci, mandi, MCK dan lainnya.

Seperti yang dikeluhkan oleh bungsu , salah seorang pelanggan PDAM Tirtasari Binjai yang merupakan warga Jalan Andalan XIII Perumnas Berngam, Kecamatan Binjai Kota. Diakuinya, sudah sekitar dua pekan ini air yang mengalir dirumahnya tidak berjalan dengan normal.

“Sudah dua minggu ini air dirumah saya tidak mengalir. Saya sebagai pelanggan PDAM Tirtasari Binjai, tidak tau lagi mau mengadu kemana. Sebab kami sudah coba mendatangi kantor PDAM, tapi kata pegawainya memang sedang ada masalah,” ungkap bungsu , saat dikonfirmasi awak media, Selasa (18/7).

Warga juga sudah menyebarkan ke media sosial tentang kodisi air PDAM Tirtasari dan belum ada tanggapan ,ucap bungsu .

Senada juga dikatakan Irpan pelanggan PDAM Tirtasari Binjai. Wanita berhijab ini mengatakan, selain air yang tidak bersih, lambatnya air mengalir juga sudah kerap dialami para pelanggan.

“Kami berharap ini dapat menjadi perhatian khusus Walikota dan DPRD Kota Binjai, agar lebih fokus memperbaiki kondisi PDAM Tirtasari ini,” ujarnya.

Menindaklanjuti hal ini, awak media pun melakukan konfirmasi ke Kantor PDAM Tirtasari Binjai yang beralamat di Jalan WR Mongonsidi, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.

Namun, ada yang aneh saat awak media akan melakukan konfirmasi. Salah seorang pegawai PDAM Tirtasari Binjai yang bernama Halimah, dan mengaku bertugas di bagian Sekretariat, malah meminta awak media untuk membuat surat terlebih dahulu agar bisa dijadwalkan waktunya bertemu dengan bagian terkait.

“Maaf bang, buat surat dulu ya, biar bisa dijadwalkan untuk bertemu dengan orang yang membidanginya. Biasanya memang seperti itu bang,” ujar Halimah.

Saat ditanya apakah Pelaksana tugas (Plt) Direktur PDAM Tirtasari berada di ruangannya, wanita berhijab ini mengatakan bahwa pimpinan mereka sedang berada di lapangan.

“Lagi diluar Pak Ari (Plt. Direktur PDAM Tirtasari Binjai). Gak tau baliknya jam berapa,” kata Halimah, seraya meminta kembali awak media untuk membuat surat agar dapat bertemu dengan orang yang membidangi keluhan pelanggan.

  • SEJARAH Kerajaan Siliwangi Berlanjut Kerajaan Majapahit Hingga Sisingamangaraja

    SEJARAH Kerajaan Siliwangi Berlanjut Kerajaan Majapahit  Hingga Sisingamangaraja

    Sejarah Asal Usul Rajabatak Dari Mulai Kerajaan Siliwangi Berlanjut Kerajaan Majapahit  Hingga Sisingamangaraja Bakkara( kbn lipanri ) Kali ini akan membahas mengenai Sejarah Batak dan kerajaan-kerajaan berikut raja-raja yang pernah ada di dalamnya. Batak merupakan salah satu etnis unik di Indonesia, dan memiliki peranan penting dalam sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh kedaulatan dan…


  • TARIAN ADAT JAMAN KERAJAAN SINGA MAHARAJA NUSANTARA XI SISADAPUR DI SIMALUNGUN

    TARIAN ADAT  JAMAN KERAJAAN SINGA MAHARAJA NUSANTARA XI SISADAPUR DI SIMALUNGUN

    Medan( kbnlipanri ). Simalungun merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Utara. Daerah ini menyimpan banyak keindahan alam dan ragam kebudayaan yang sayang untuk Anda lewatkan. Salah satu warisan budaya yang hingga kini masih dilestarikan adalah Tari Toping Toping. Tarian ini merupakan tari tradisional masyarakat Simalungun sejak zaman dahulu. Biasanya tari tradisional ini dibawakan…


  • BUKTI SEJARAH SINGA MAHARAJA ( MAHARAJA SINGAWARMAN)

    BUKTI SEJARAH SINGA MAHARAJA ( MAHARAJA SINGAWARMAN)

    Medan,(kbnlipanri),Kronologi Sejarah Maharaja Singawarman Di Sumatra Utara. Hubungana Singa Maharaja dengan Minangkabau, Maharaja Nagawarman ( Saniangnaga) Adalah Penerus Kerajaan Minangkabau ( Pagaruyuang ) Menggantikan Ayahnya Maharaja Tunggawarman Dan Diteruskan Anaknya Maharaja Singawarman Di Sumatra Utara. Singa Maharaja, yang sudah disebutkan beberapa kali, adalah fetish manusia bagi orang Batak, juga bagi Mandailingdan Angkoleese; mahkota dan yang…


  • Kronologi Peristiwa Sejarah Kerajaan Dan Kesultanan Di Sumatra Utara

    Kronologi Peristiwa Sejarah Kerajaan Dan Kesultanan Di Sumatra Utara

    Deliserdang,Galasibot.Co.id Tengku Sri Maharaja Serdang Ungkap Sejarah KNIA dan Sport Center Sekitarnya Lahannya Milik Kesultanan Serdang Yang Dirampok Senin, 17 Juli 2023 | 20:28 WIB Peta lahan milik Kesultanan Serdang. ( Kbnlipanri )/Deliserdang, MPOL:  Polemik tentang kepimilikan tanah di lokasi Sport Center sekitarnya di Desa Sena Kabupaten Deli Serdang sampai saat ini terus saja berlanjut.…


  • Sejarah Asal Usul Rajamuda Paltisinaga Hingga 12 Generasinya Dari Maharaja Sanghiyannaga ( Gajahmada ) Penerus Keturunan Ratu Padi( Borupareme ) Dengan Saudarinya Gayatri Indraparaswati(Bidinglaut) Dari Majapahit Kerajaan Negarakartagama

    Sejarah Asal Usul Rajamuda Paltisinaga Hingga 12 Generasinya Dari Maharaja Sanghiyannaga ( Gajahmada ) Penerus Keturunan Ratu Padi( Borupareme ) Dengan Saudarinya Gayatri Indraparaswati(Bidinglaut) Dari Majapahit Kerajaan Negarakartagama

    APR MAY 04 2018 2019 Sejarah Kerajaan Nusantara Darimulai Maharaja Sanghiyangnaga ( Patih Gajahmada) Hingga Maharaja Nyala Singawarman(Singamangaraja) Sisilah Dan Asal Usul Sejarah Kerajaan Serta Kesultanan Leluhur Nusantara ,Serta salasatu diantaranya 12 Generasi Maharaja Singamangaraja Hingga leluhurnya Maharaja Sanghiyangnaga penerus Keturunan Ratu Padi(Borupareme)Dengan Saudarinya Gayatri Indraparaswat(Bidinglaut) dari Kerajaan Majapahit ( Negarakartagama),Ungkap Limber Sinaga Cicit Raja…


  • Penerapan Pendidikan Militer di Kampus Terus Menuai Polemik

    Penerapan Pendidikan Militer di Kampus Terus Menuai Polemik

    Penerapan Pendidikan Militer di Kampus Terus Menuai Polemik Jakarta ( Kbnlipanri ) Kementerian pertahanan membantah wacana tentang pelatihan militer, bagi mahasiswa perguruan tinggi. Meski begitu, kemenhan tak menpik jika ada rencana kerjasama dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan, terkait pelatihan bela negara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait…


  • Provinsi se-Sumatera Rencanakan Optimasi Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah

    Provinsi se-Sumatera Rencanakan Optimasi Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah

    MEDAN,( kbn lipanri ) Beberapa pokok kesepakatan sebagai hasil dari Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Tahun 2019 telah dihimpun dan saat ini beberapa telah, sedang, dan akan diwujudkan. Salah satu yang akan segera diwujudkan adalah rencana optimasi kerja sama perdagangan antar daerah se-Sumatera. FOTO Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Kepala…


  • Sambut I Muharam Tingkatkan Keimanan

    Sambut I Muharam Tingkatkan Keimanan

    Sambut 1 Muharam Walikota ” Tingkatkan Ajak Tingkatkan Keimanan”  Binjai.galasibot.co.id (Lipanrionline)/Ribuan warga binjai menyambut perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriah bertajuk “Binjai Bershalawat” yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (18/07/2023) malam. Walikota Binjai Drs Amir Hamzah MAP saat memberikan sambutan menyambut 1Muharam di Lapangan Merdeka Binjai 18/7/23 malam Ketua…


  • SOLUSI Persoalan Tanah

    SOLUSI Persoalan Tanah

    MEDAN ,( kbn lipanri )– Sejumlah kasus pertanahan di Sumatera Utara (Sumut) mulai menemukan titik terang usai pertemuan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan A Djalil dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Forkopimda, Rabu (29/7), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan. Termasuk persoalan lahan Eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN…


  • Pengembangan Budaya Kegiatan Adat Erau Kesultanan Kutai Kartanegara

    Pengembangan Budaya Kegiatan Adat Erau Kesultanan Kutai Kartanegara

    Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersama perwakilan Kementerian Pariwisata dalam jumpa pers pelaksanaan Pesta Adat Erau dan Internasional Folk Art Festival. Kalimantan Tumur( kbn lipanri ): Pesta adat Erau Kutai Kartanegara kembali digelar pada 20-28. Berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, pesta adat Erau tahun ini digabungkan dengan festival seni folk internasional, sehingga namanya menjadi…


  • Singsingamangaraja Ke IX ( Raja Sotaronggal )

    Singsingamangaraja Ke IX  ( Raja Sotaronggal )

    Arkeolog Telusuri Jejak Gajah Mada di Tamiang Telah Ditemukan Sejarah Prabu Wijaya ( Pati Gajamada ) Dengan Gelar Maha Raja Singsingamangaraja Ke IX  ( Raja Sotaronggal ) Yang Nama Asli Penyebutan Saniangnaga Di Tano Batak Kualasimpang,( kbn lipanri ) Tim arkeologi dari Balai Arkelogi Sumatera Utara bekerjasama dengan Dinas Budaya, Pariwisata dan pemuda Olaharaga (Disbudparpora)…


  • MAHA RAJA SINGSINGAMANGARAJA I ( RAJA SALOMO )

    MAHA RAJA SINGSINGAMANGARAJA I ( RAJA SALOMO )

    Sejarah Kerajaan Dunia Berada Di Nusantara Berlanjutnya Pencarian Negeri Saba di Jawa Tengah yang Mengguncang Nalar Fahmi Basya berteori Borobudur adalah ‘piring terbang’ warisan Nabi Sulaiman. Selama 10 tahun terakhir, komunitas ilmiah mengecam teorinya, tapi Fahmi dan pengikutnya berkeras pada mimpi menemukan lagi kejayaan masa lalu nusantara. Jateng,( kbn lipanri ) merilis rangkaian cerita mengenai…


  • Disnaker Simalungun

    https://share.google/images/SZSSj31v5NP414RvP


  • Mantan Kepala SMAN 19 Medan Ditahan Kejari Belawan

    Tempurnews.com Rabu, 10 September 2025 09.25 Medan, Tempurnews Mantan Kepala SMAN 19 Medan berinisial RN ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2022-2023. Kepala Seksi Intelijen Kejari Belawan, Daniel Setiawan Barus, mengatakan RN ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Kelas IIA Tanjung…


  • Bupati Simalungun Tekankan Tanggung Jawab dan Integritas dalam Pengamanan Proyek Strategis 2025

    Redaksi tempurnews.com  22 Agustus 2025 Simalungun | tempurnews ( 23/8 ) Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menegaskan pentingnya tanggung jawab dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam proyek strategis daerah.  Penegasan ini disampaikan saat menghadiri Entry Meeting dan penandatanganan Fakta Integritas terkait pengamanan pembangunan proyek strategis daerah Kabupaten Simalungun tahun 2025. Acara…


Saat awak sedang berjalan pulang awak media bertemu dengan bagian Pengawasan Internal Dedi Syafitri , dan mencoba mengkonfirmasi prihal aliran air yang tidak normal

Dedi ,membenarkan pasokan air mengalami kendala ,” Benar bang Pasokan air mengalami kendala dan sekarang anggota sedang mengecek di mana terdapat kebocoran tersebut”.

” Jika memang ingin bertemu dengan bapak Plt coba aja ke lokasi bang ” ,pak Plt katanya ikut mengecek bang.(an),Teamlipanri.

Penerapan Pendidikan Militer di Kampus Terus Menuai Polemik


Kementerian pertahanan membantah wacana tentang pelatihan militer, bagi mahasiswa perguruan tinggi. Meski begitu, kemenhan tak menpik jika ada rencana kerjasama dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan, terkait pelatihan bela negara

Penerapan Pendidikan Militer di Kampus Terus Menuai Polemik

Jakarta ( Kbnlipanri )

Kementerian pertahanan membantah wacana tentang pelatihan militer, bagi mahasiswa perguruan tinggi. Meski begitu, kemenhan tak menpik jika ada rencana kerjasama dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan, terkait pelatihan bela negara

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait dengan peluang merekrut mahasiswa untuk terlibat dalam latihan militer melalui program bela negara, dengan cara para mahasiswa mengikuti pendidikan militer satu semester.

Wacana itupun terus menuai polemik. Presiden BEM Universitas Brawijaya, M Farhan Azis tidak setuju diterapkannya pendidikan militer mahasiswa, seperti yang direncanakan Kementerian Pertahanan. “Saya pribadi menolak,” ujarnya, dalam diskusi secara virtual, di Jakarta, Minggu (23/8).

Ia mengaku tidak mengetahui apa tujuan pendidikan militer di kampus, sehingga perlu ada kajian secara mendalam maksud dan tujuannya, agar tidak ada anggaran negara yang terbuang. “Perlu ditinjau kembali, dan saya menolak bukan berarti kontra terhadap militer ataupun polisi. Tapi semua ada porsinya masing-masing,” ucapnya.

Adapun, Setara Institute juga mengkritisi rencana Kemenhan menerapkan pendidikan militer di kampus sebagai bagian dalam program bela negara.

Peneliti HAM dan Keamanan Setara Institute, Ikhsan Yosarie menyatakan, pendidikan militer di kampus untuk komponen cadangan (komcad) merupakan penerapan Undang-Undang (UU) Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) yang belum lama ini disahkan DPR.

“Konteks ketahanan telah terjadi perubahan landscap perang, sekarang berada di generasi proxy war, di mana musuh tidak lagi face to face, sudah masuk teknologi perang. Sehingga dalam konsep militer ini, justru dipertanyakan, mengapa kita kembali ke masa lalu,” paparnya.

Selain itu, Ikhsan menyebut, UU PSDN juga tidak mengakomodir kedaulatan hati nurani, karena sebagian orang menolak menjalani pendidikan militer. “Yang menolak ini tidak menempatkan perang sebagai jawaban (mengatasi masalah-Red),” ujarnya.

Menurut dia, persoalan-persoalan seperti patriotisme, nasionalisme, dan radikalisme di Indonesia selama ini masih mengedepankan militerisme dalam penyelesaiannya.

Ia pun menyarankan persoalan itu sebaiknya diselesaikan di lembaga-lembaga sipil, seperti organisasi kemasyarakat NU, Muhammadiyah, BPIP, dan lain-lain. “Ini lebih relevan dikait-kaitkan dengan hal ini ketimbang pendekatan militer,” ucapnya.( limber sinaga )

TURUNKAN ANGKA KEKERASAN PADA ANAK, PEMPROV SUMUT DAPAT ANUGERAH KPAI 2020

DELI SERDANG,( kbn lipanri ) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendapat penghargaan ‘Anugerah KPAI 2020’ dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena dinilai komitmen dan berhasil dalam upaya perlindungan anak dari tindak kekerasan. Sumut berhasil menurunkan angka kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2019-2020.

Penghargaan Anugerah KPAI 2020 tersebut diserahkan KPAI melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Anugerah KPAI 2020 yang dilakukan secara virtual di kediaman Gubernur, Delitua Kabupaten Deli Serdang, Rabu (22/7).

Pemprov Sumut menerima penghargaan kategori Pemerintah Daerah Provinsi yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak dan pelaporan berbasis Sitem Monitoring dan Evaluasi Perlindungan Anak (SIMEP).

Ketua KPAI Susanto mengatakan ada beberapa indikator penilaian SIMEP, di antaranya, aspek kebijakan, aspek kelembagaan dan sumber daya manusia, aspek program dan anggaran, penanganan kasus pemda dan kabupaten/kota, prinsip layanan kasus serta realisasi tentang sistem peradilan anak.

“Salah satu upaya yang kami lakukan untuk memberi perlindungan pada anak adalah memberikan penghargaan kepada instansi, organisasi profesi, individu. Ini langkah yang kami tempuh agar kualitas perlindungan anak semakin baik,” kata Susanto.

Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan akan terus meningkatkan perlindungan anak di Sumut. Karena menurutnya perlindungan anak merupakan tanggung jawab dan kewajiban pemerintah daerah. Tidak hanya pemerintah, perlindungan anak adalah kewajiban bersama.

“Ini merupakan kewajiban kita bersama dalam kepedulian kita melindungi masa depan bangsa. Kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk perlindungan kepada anak-anak yang akan menentukan masa depan Indonesia seperti apa,” kata Gubernur.

Pemprov Sumut selama ini telah menangani beberapa kasus anak Sumut. Salah satunya penjemputan kasus pekerja migran di bawah umur yang terlantar di luar negeri. Tim Pemprov Sumut langsung melakukan penjemputan ke Penang, Malaysia.

Berdasarkan angka, jumlah kekerasan anak di Sumut menurun pada tahun 2020. Kadis PPPA Sumut Nurlela mengatakan, tahun 2019 ada kurang lebih 737 kasus, sementara hingga Juli tahun 2020, kasus masih kurang lebih 286 kasus. Namun Sumut terus berkomitmen untuk menurunkan kekerasan pada anak hingga nol kasus.

“Sesuai dengan visi misi Gubernur, Sumut tidak ada lagi angka kekerasan perempuan maupun anak. Dimana semua berkomitmen, mulai aparat penegak hukum, OPD Pemprov Sumut dan pihak lainnya bekerja sama dan bersinergi peduli menurunkan angka kekerasan pada anak,” ujar Nurlela.

Selain itu, Pemprov Sumut juga memiliki beberapa program guna menurunkan angka kekerasan. Di antaranya program partipasi anak terpadu berbasis masyarakat. Program ini merupakan komitmen Pemprov menurunkan angka kekerasan melibatkan masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan 30,1% dari seluruh penduduk Indonesia adalah anak-anak. Berdasarkan angka tersebut, investasi pada kualitas anak-anak sangat penting. Sebab anak-anak adalah penentu masa depan bangsa.

Darmawati melanjutkan, berdasarkan survei nasional 2 dari 3 anak Indonesia usia 13-17 tahun pernah mengalami kekerasan. Katanya, kekerasan terbagi beberapa jenis, di antaranya fisik, psikis, seksual, trafiking dan lain sebagainya

“Hampir 54% itu terjadi kekerasan seksual, hal ini merupakan fakta yang sangat memprihatinkan dan perlu jadi perhatian kita semua. Upaya yang bisa kita lakukan adalah kerja sama yang baik antar sektor,” kata Darmawati.

Turut serta dalam acara tersebut Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Mensos RI Juliari P Batubara.( limber sinaga )

Resep Mingguan

Tetap Hangat di Musim Gugur: Sup Labu Panggang

Paripurna LKPJ Tahun 2019, Gubernur Sampaikan Berbagai Capaian Pemprov Sumut

MEDAN,( kbn lipanri )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan berbagai capaian kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pada tahun 2019. Antara lain capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) 91,68%, rata-rata inflasi 2,33%, pertumbuhan ekonomi 5,22% dan menekan jumlah pengangguran terbuka hingga 5,41%.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2019 pada Sidang Paripurna DPRD Sumut di Aula Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (6/5/2020). (Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut / Imam Syahputra).

FOTO

Hal tersebut disampaikan Gubernur pada Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2019 di Aula Gedung Baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (6/5).

Disebutkan bahwa pendapatan daerah yang ditargetkan Rp14.034.339.344.970, mampu direalisasikan Rp13.079.598.635.469. Pendapatan daerah tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan pendapatan daerah lain yang sah.

Gubernur memaparkan, PAD direalisasikan 91,68% atau Rp5.761.270.412.051 dari target Rp 6.284.220.582.270. Dana perimbangan direalisasikan 94,37% atau Rp7.300.647.588.241 dari target Rp7.736.050.762.700, serta pendapatan daerah lain yang sah terealisasi Rp17.680.635.177 atau 125% dari target Rp14.068.000.000.

Sementara belanja daerah sebesar Rp14.726.662.153.406, yang terdiri atas belanja tidak langsung Rp10.322.571.556.659 dan belanja langsung Rp4.404.090.596.746. Sedangkan pembiayaan daerah sebesar Rp981.167.561.436.

Pertumbuhan ekonomi juga meningkat menjadi 5,22% pada tahun 2019, dari sebelumnya 5,18% tahun 2018. “Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi komunikasi sebesar 9,63%, disusul lapangan usaha penyediaan akomodasi, makan dan minum sebesar 8,88%, administrasi pemerintahan, pertanian dan jaminan sosial wajib sebesar 8,15%, perdagangan besar reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 6,93%, dan jasa lainnya sebesar 6,15%,” kata Gubernur.

Sementara rata-rata inflasi Sumut 2,33%, lebih rendah dari inflasi nasional 2,72% pada tahun 2019. Di bidang Ketenagakerjaan Sumut juga berhasil mencetak capaian yang baik. Jumlah pengangguran terbuka Agustus 2018 sebesar 5,56%, turun menjadi 5,41% pada Agustus 2019. Jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2019 sebanyak 6.681.000 orang. “Kondisi ketenagakerjaan ini tidak terlepas dari kinerja sektor perekonomian yang ada,” kata Edy Rahmayadi.

Tahun 2019, kata Edy, Pemprov Sumut juga berhasil meningkatkan angka harapan hidup menjadi 68,9 tahun dari sebelumnya 68,61 tahun pada tahun 2018. Di bidang pendidikan, realisasi angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah sederajat tahun 2018 sebesar 97,14%, meningkat menjadi 100,83% pada tahun 2019.

Angka partisipasi murni (APM) sekolah menengah sederajat tahun 2018 dicapai sebesar 71,19%, naik menjadi 80,61% tahun 2019. Nilai rata-rata ujian nasional sekolah menengah sederajat tahun 2018 mencapai 43,44%, meningkat menjadi 44,64% tahun 2019. “Begitu pula dengan angka melek huruf 15 tahun ke atas pada tahun 2018 sebesar 99,14% menjadi 99,23% pada tahun 2019,” kata Edy.

Khusus stunting pada balita, menurut Gubernur, berdasarkan hasil survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 diperoleh prevalensi stunting pada balita sebesar 30,7%. Angka tersebut menurun bila dibandingkan pada tahun 2018 sebesar 32,3%. Angka tersebut juga sudah mencapai target prevelansi yang ditetapkan yakni 31,50%. “Maka penurunan prevensi stunting pada balita di Sumut sudah tercapai,” ungkap Gubernur.

Pertumbuhan rumah layak huni pada tahun 2019 terus meningkat. Pada tahun 2019, Pemprov Sumut telah melakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 622 unit. Selain itu, Pemprov juga berupaya merehab rumah melalui sumber dana APBN hingga badan usaha dengan total 14.215 unit rumah.

Sementara itu, nilai investasi penanaman modal asing di Sumut tahun 2019 sebesar Rp5.693.208.000.000. Sedangkan untuk investasi modal dalam negeri sebesar Rp19.748.995.100.000 “Ke depan Pemprov akan terus berupaya mencapai kinerja yang baik sehingga tercapai Sumut yang bermartabat,” kata Gubernur.

Rapat paripurna kali ini dipimpin Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting. Rapat dilakukan secara virtual atau melalui teleconference. Ada sebagian anggota DPRD yang hadir dan ada juga sebagian yang mengikuti rapat dari rumah.( limber sinaga )

Menu

Burger Istimewa
Burger yang membuat kita terkenal. Daging sapi bebas lemak yang 100% alami, dipanggang secara sempurna.
$8,00

Chicken Sandwich
Dada ayam Cajun dengan selada dan tomat di atas roti bun yang baru dipanggang.
$8,00

Veggie Burger
Patty boca dan kedelai yang lezat, disajikan di atas roti bun gandum utuh yang baru dipanggang.
$8,00

Garden Salad
Sayur-sayuran hijau segar dengan keju cheddar dan tomat yang dipotong dadu, ditambah dressing mustard madu.
$8,00

Get it delivered

If you can’t come to us, we’ll go to you.

“Seniman adalah pencipta karya-karya indah. Menampilkan seni dan tidak menampakkan sang seniman adalah tujuan seni. Kritik adalah ia yang mampu menerjemahkan kesan akan sesuatu yang indah ke dalam bentuk lain atau material baru.”

Menu

Burger Istimewa
Burger yang membuat kita terkenal. Daging sapi bebas lemak yang 100% alami, dipanggang secara sempurna.
$8,00

Chicken Sandwich
Dada ayam Cajun dengan selada dan tomat di atas roti bun yang baru dipanggang.
$8,00

Veggie Burger
Patty boca dan kedelai yang lezat, disajikan di atas roti bun gandum utuh yang baru dipanggang.
$8,00

Garden Salad
Sayur-sayuran hijau segar dengan keju cheddar dan tomat yang dipotong dadu, ditambah dressing mustard madu.
$8,00

Lanjutkan membaca Penerapan Pendidikan Militer di Kampus Terus Menuai Polemik