Sejarah Kerajaan Singa Maharaja Nusantara Di Simalungun


Kronologis Sejarah Rajamuda Palti Sinaga salasatu Cucu Op.PaltirajaSinaga(Singa Maharaja Disebutjuga Maharaja Singawarman di Nusantara.)

Kisah Raja Muda Palti Sinaga, Raja Maropat Simalungun

Raja Maropat Simalungun terbagi menjadi 4 bagian. Raja Muda Palti Sinaga didaulat menjadi Raja Tanah Jawa, sedangkan Raja Saragih didaulat memangku kerajaan Raya, Raja Damanik yang dikenal juga sebagai Raja Siantar dan Raja Purba didaulat menjadi Raja Pane.

Demikian disampaikan Limber Sinaga yang merupakan cicit dari Raja Muda Palti Sinaga, Kamis (15/9/2022).

Berikut penjelasan yang dirangkum dari pernyataan Limber:

Di tempat terpisah Limber Sinaga salah satu dari keturunan Raja Sinaga di Simalungun kepada wartawan Selasa (13/9), menjelaskan bahwa leluhur dari Raja Tanah Jawa Sinaga adalah keturunan dari Raja Sinaga yang ada di Toba yaitu Op Pallti Raja Sinaga yang kemudian cucunya bergelar Raja Muda Palti Sinaga menjadi Raja terkenal di Simalungun yang merupakan anak kandung dari Mangulahi Huta Sinaga salah satu anak dari Op Palti Sinaga.

Berdasarkan bukti-bukti sejarah berupa surat ulayat yang masih tersimpan di suatu tempat yang masih belum diberitahukan bahwa Kerajaan Sinaga di Tanah Jawa berdiri pada tahun 1906.

Sedangkan Kerajaan di Simalungun sudah terbentuk lebih-kurang pada tahun 1835 yang sekarang dikenal dengan Kerajaan Sisadapur (Kerajan Sinaga, Kerajaan Saragih, Kerajaan Damanik dan Kerajaan Purba).

Hanya sayangnya dari Kerajaan Sisadapur ini hanya Kerajaan Sinaga saja yang sempat hilang sementara Situs Kerajaan lainnya masih utuh dan dapat dilihat secara kasat mata.

Limber menerangkan letak Kerajaan Sinaga Tanah Jawa sesungguhnya berada di seputaran Kota Pematang Siantar berdasarkan keterangan peta ulayat yang masih ada dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Sedangkan makam Raja Muda Palti yang merupakan Raja Tanah Jawa Simalungun sebelum dipindahkan ke Negeri Kecamatan Tanah Jawa berada di Desa Tangga Batu Kabupaten Simalungun.

Raja Maropat berdiri tahun 1835 di Simalungun yang dibentuk oleh Maharaja Singamangaraja (Op Palti Raja) yang dikenal juga Maha Raja Singa Warman.

Sebagaimana diketahui Raja Maropat merekat menjadi Sisadapur (Sinaga, Saragih, Damanik dan Purba) yang pada zaman itu Sisadapur ini dipimpin Raja Muda Palti Sinaga yang tak lain merupakan cucu kandung dari Maharaja Singamangaraja (Op Palti).

Pada Agresi Militer Belanda pada tahun 1942-1948 terjadi pembantaian yang dilakukan oleh Tentara Belanda kepada para Raja-Raja Maropat dan keturunannya serta pengikutnya.

Bahwa karena begitu sulitnya Belanda ketika itu untuk bisa menangkap para Raja Maropat. Membuat pasukan Belanda geram sehingga mengobrak-abrik seluruh perkampungan di Simalungun. Lebih tragisnya lagi Istana Raja Maropat juga dibumi-hanguskan sehingga berbagai surat-surat penting dan artepak sejarah yang dimiliki oleh Raja Maropat sebagai bukti keabsahan kerajaan Maropat juga ikut hangus terbakar.

Raja Muda Sinaga akhirnya tertangkap oleh Belanda pada perang gerilya sebagai bentuk perlawanan yang gigih yang dipimpin langsung oleh Raja Muda Palti Sinaga untuk mempertahankan tanah ulayat dan tanah tumpah darah Indonesia.

Raja Muda Palti Sinaga gugur setelah mendapat hukuman pancung dan dieksekusi mati dengan keji pihak penjajah. Jasadnya ditemukan di hutan Mandoge, perbatasan antara Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Asahan.

Sungai Boluk yang mengalir di kawasan hutan Mandoge juga menjadi saksi sejarah perjuangan Raja Maropat dikarenakan menurut cerita turun-menurun bahwa pengikut Raja Maropat dan Pasukannya setelah ditembak Belanda dibuang ke Sungai Boluk yang membuat sungai itu dikenal juga sebagai sungai berdarah.

Kemudian anak Raja Muda Palti Sinaga yang masih hidup bernama Frederik Sinaga mengetahui tempatnya.

Kini Tambak (Makam) Raja Muda Sinaga dapat dilihat dan ditemui di Desa Tangga Batu sekitar lebih-kurang 10 kilometer dari Hutan Mandoge.( team )

Testimoni

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin id arcu aliquet, elementum nisi quis, condimentum nibh. Donec hendrerit dui ut nisi tempor scelerisque.

Budi Sutikno

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Proin id arcu aliquet, elementum nisi quis, condimentum nibh. Donec hendrerit dui ut nisi tempor scelerisque.

Budi Sutikno

Mari membangun sesuatu yang hebat bersama.

lipanri

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai